>

Pembangunan 5 Kapal TINS Capai Rp150 Miliar

|

Koran SI - Koran SI

Ilustrasi. Foto: Corbis

Pembangunan 5 Kapal TINS Capai Rp150 Miliar
JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) tengah membangun lima kapal isap produksi (KIP) dan memodifikasi kapal keruk tahun ini. Pembangunan kapal tersebut sebagai bagian dari rencana perseroan meningkatkan produksi tambang bijih timah lepas pantai (offshore).

“Kami akan selesaikan kapal KIP dulu. Sementara untuk kapal keruk masih dalam persiapan,” ujar Sekretaris Perusahaan TINS Abrun Abubakar di Jakarta, kemarin.

Dengan selesainya pembangunan kapal tersebut, perseroan akan memiliki 15 kapal isap. Tahun lalu perseroan sudah membangun 10 kapal isap, delapan di antaranya telah selesai dan sisanya diselesaikan pada semester II-2010.

Menurut Abrun, untuk pembangunan lima kapal isap itu, perseroan memerlukan biaya investasi sekira Rp150 miliar. Selain akan memiliki 15 kapal isap, perseroan juga akan menggunakan 35 kapal isap milik mitra usaha.

Direktur Utama TINS Wachid Usman mengatakan, perseroan tengah meningkatkan teknologi kapal keruk dengan memodifikasi kapal keruk (bucket line dredge) menjadi bucket wheel dredge (BWD) sehingga memiliki kapasitas lebih besar dan kemampuan gali lebih dalam hingga 60-70 meter.

Perseroan menargetkan bisa memodifikasi 12 kapal keruk yang beroperasi saat ini menjadi BWD pada 2015 nanti. Dengan begitu, TINS akan memodifikasi kapal sebanyak 2 unit per tahun. "Dana yang dibutuhkan untuk modifikasi kapal sekira Rp200 miliar per kapal,” kata Wachid.

Penambahan kapal isap dan modifikasi kapal keruk itu merupakan upaya perseroan untuk meningkatkan kontribusi dari pertambangan laut. Perseroan mengharapkan posisi offshore bisa lebih dari 50 persen, bahkan bisa mencapai 60 persen tahun ini.

Produksi offshore lebih menjanjikan, dengan margin yang jauh lebih baik dibanding penambangan darat. Selain itu, pertambangan darat juga rentan terhadap masalah lingkungan.

“Saat ini kontribusi tambang laut mencapai 47 persen. Kami tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada tambang darat yang rentan terhadap masalah lingkungan,” ujar Wachid.

Analis AAA Securities Bagus Hananto memperkirakan langkah perseroan meningkatkan produksi offshore akan membuat kinerjanya jauh lebih baik. Kinerja juga akan ditunjang oleh perbaikan harga komoditas. Harga timah diperkirkan bisa naik menjadi USD17.500 per ton. (juni triyanto) (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tabungan Pendidikan Anak, Dewi Gita & Armand Sangat Detail