Getting time...

Sttt, Sejumlah Petinggi AIG Bakal Masuk Bui?

Candra Setya Santoso - Okezone
Minggu, 23 Mei 2010 11:08 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
NEW YORK- Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan penyelidikan atas eksekutif American International Group Inc (AIG) yang terlibat kasus swap default, yang menyebabkan perusahaan asuransi raksasa ini masuk ke jurang kebangkrutan dan memaksa bailout wajib pajak dengan jumlah cukup besar. Hal tersebut disampaikan pengacara para eksekutif mengatakan pada hari Sabtu.

Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (23/5/2010), penyelidikan tersebut berpusat pada AIG, salah satu perusahaan jasa Keuangan yang hampir meruntuhkan asuransi raksasa dunia lainnya. Pemerintah AS setidaknya memberikan bailout USD182 miliar untuk mencegah pengajuan kebangkrutan AIG.

Penyelidikan kriminal telah difokuskan pada apakah Joseph Cassano, yang mengelola unit produk keuangan, dan Andrew Forster, wakilnya, sengaja mengelabui investor soal kerugian akuntansi perusahaan pada portofolio kredit default swap.

Sekadar mengingatkan, Jaksa Agung negara bagian New York, Amerika Serikat (AS), Andrew Cuomo, kini memburu 100 eksekutif perusahaan asuransi American International Group (AIG) di kantor cabang London, Inggris. Mereka diduga menerima bonus, total sebesar USD85 juta, dan belum ada tanda-tanda apakah mereka akan mengembalikan bonus itu. Namun dua eksekutif AIG di London dikabarkan telah mengembalikan bonus mereka secara sukarela.

Sementara itu pejabat kantor pusat AIG di Mayfair, London menyatakan bahwa kantor mereka sedang berada dalam penyelidikan petugas pengawas transaksi keuangan terkait perdagangan credit default swaps (proteksi kerugian bagi para pemegang obligasi) kontroversial.

Sejumlah sumber dalam Kejaksaan Agung mengatakan Cuomo dapat menggunakan wewenangnya untuk menangkal eksekutif Inggris memasuki AS. Sebelumnya, Cuomo telah berhasil memaksa beberapa eksekutif AIG di AS mengembalikan bonus sejumlah total US$ 30 juta.

Dana USD30 juta yang telah dikembalikan berasal dari 15 dari 20 penerima bonus terbesar di AIG. Cuomo berharap para eksekutif maupun pegawai bisa mencontoh rekan-rekan mereka.

AIG selama ini mendapat kecaman keras dari publik Amerika, termasuk Presiden Barack Obama, karena sempat-sempatnya memberi bonus dengan nilai total mencapai USD165 juta kepada 400 pegawai unit produk finansial mereka. Padahal AIG sedang dibelit krisis keuangan sehingga mendapat kucuran dana talangan dari pemerintah hingga melebihi USD170 miliar. (css)
TWITTER »
twit