Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BISI Patok Laba Bersih Naik 3 Kali Lipat

Whisnu Bagus , Jurnalis-Selasa, 25 Mei 2010 |19:38 WIB
BISI Patok Laba Bersih Naik 3 Kali Lipat
Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Produsen tanaman holtikultura, PT Bisi International Tbk (BISI) pada tahun ini menargetkan laba bersih naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp250-300 miliar dari realisasi tahun 2009 sebesar Rp76 miliar. Naiknya harga komoditas menjadi pemicu pertumbuhan tersebut.

"Kami harapkan laba bersih akan menjadi Rp250 miliar hingga Rp300 miliar," kata Presiden Direktur BISI Jemmy Eka Putra usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Selasa (25/5/2010).

Perseroan juga optimis pada tahun ini mampu membukukan penjualan naik menjadi Rp1,2-1,3 triliun. Angka ini melonjak signifikan dari penjualan tahun lalu sebesar Rp782 miliar. Meningkatnya target perusahaan yang juga memproduksi produk pestisida ini tak lepas dari harga komoditas yang mulai membaik.

Jemmy mengatakan, pada 2010 harga jagung mencapai sekitar Rp2.000-2.200 per kilogram (Kg). Angka ini meningkat dibanding tahun 2009 yang sempat sempat menyentuh level Rp1.700 per Kg. "Membaiknya harga jagung membuat petani kembali menanam jagung hibrida," katanya.

Selain membaiknya harga komoditas, jelas dia, tingginya target perseroan juga seiring rencana BISI yang akan meluncurkan sejumlah varietas benih baru. Ada dua varietas benih jagung baru dan beberapa varietas untuk benih sayuran seperti semangka, timun, cabe, dan lain sebagainya. "Kontribusi varietas baru bisa mencapai 20 persen ke pendapatan," ungkapnya.

Di sisi lain, BISI juga berencana melunasi seluruh utangnya pada tahun ini secara bertahap. Langkah ini dilakukan dalam rangka efisiensi biaya bunga pinjaman bank. Saat ini posisi utang berjalan perseroan mencapai Rp100 miliar dari total platform Rp350 miliar dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan tingkat suku bunga sebesar 14 persen.

Dengan status bebas utang, perseroan akan mampu menghemat beban finansial sekitar Rp25-40 miliar setiap tahunnya. "Pembayaran bunganya setiap tahun mencapai Rp40 miliar, kalau kami lunasi akan menjadi laba perusahaan," tegasnya.

Sumber pembiayaan pelunasan utang berasal dari kas internal baik dari laba ditahan maupun dari pembayaran utang para konsumen.  "Kami harapkan pada akhir tahun ini perseroan bisa menjadi zero debt," ujar Jemmy.

Pada tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp35 miliar. Dana itu akan digunakan untuk perawatan alat-alat produksi. Adapun kapasitas produksi perseroan yang terdiri padi, jagung, sayur-sayuran dan produk pestisida masih memadai. “Dapat saya katakan, pada tahun ini atau hingga 2011 tidak ada biaya investasi yang besar,” katanya.

RUPS juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp76 miliar. Adapun pendapatan perseroan tahun lalu mencapai Rp782,2 miliar "Jadi seluruh laba akan ditempatkan sebagai laba ditahan," ujar Jemmy.

Saat ini, benih jagung yang diproduksi BISI memegang market share terbesar yakni sekitar 65 persen (65.000 ton) dari total konsumsi jagung nasional. Sementara produk padi yang dihasilkan BISI mencapai 8 ribu-9 ribu ton atau 35 persen dari market share nasional.

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement