JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo/Persero) setidaknya mencatatkan empat kendala utama yang bisa mempengaruhi laba setelah pajak selama triwulan I-2010 di mana hanya membukukan dana sebesar Rp41,434 miliar.
Hal tersebut dipaparkan Direktur Utama Jasindo Eko Budiwiyono, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2010).
Empat hal yang dimaksud yaitu, pertama penjaminan proyek instansi pemerintah yang mengisyaratkan jaminan bank (bank garansi) dan tidak menerima penjaminan dari asuransi. Kedua, masih banyak perbankan, yang telah memahami skema penjaminan asuransi kredit.
Ketiga, terbatasnya pasar reasuransi didalam dan di luar negeri untuk produk penjaminan. Keempat, terbatasnya permodalan asuransi Jasindo. Kendati demikian, Jasindo sendiri telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi hal tersebut.
"Ada tiga hal sebagai upaya mengatasi kendala kami selama ini. Memperbaiki produktifitas perusahaan (productivity inprovement), memperbaiki keputusan nasabah (customers statification), serta memperbaiki posisi bersaing (competitive position inprovement)," ungkapnya.
Tercatat, selama triwulan I-2010, premi bruto Jasindo sebesar Rp663,24 miliar, premi reasuransi sebesar Rp373,58 miliar, klaim netto sebesar Rp112,064 miliar, hasil investasi sebesar Rp10,093 miliar, dan laba sebelum pajak sebesar Rp55,053 miliar.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.