Getting time...

3 Hal Tingkatkan Daya Saing Industri

Kamis, 3 Juni 2010 19:03 wib
Mendag Mari Elka Pangestu. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
Mendag Mari Elka Pangestu. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu menjelaskan, untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain adalah perbaikan distribusi barang, suku bunga, dan juga infrastruktur.

"Distribusi barang harus lancar, kekuatan daripada industri maupun UKM kita harus ditingkatkan, baik itu keterampilan atau akses permodalan, suku bunga juga harus diturunkan, infrastruktur juga harus ditingkatkan," kata Mari, di Jakarta, Kamis (3/6/2010).

Menurut Ferrari, tidak hanya dengan Kemendag, namun, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait untuk meningkatkan daya saing.

"Memang tidak mungkin semua dikerjakan oleh Kemendag. Pasti terkait dengan kementerian lain, seperti perhubungan untuk menurunkan barang dari kapal harus cepat. Kapal yang menunggu untuk memuat dan menurunkan barang terlalu lama, akhirnya biaya ongkos angkut jadi tinggi, karena kapal terlalu lama mengantri. Fasilitas pelabuhan kurang sehingga harus ditingkatkan," paparnya.

Selain itu, high cost economy juga harus dihilangkan. "Dirampingkanlah aturan-aturan itu," ucapnya.

Ferrari menambahkan, apabila target menurunkan tingkat impor barang konsumsi di 2012 tidak tercapai, maka pihaknya dan beberapa kementerian terkait akan melakukan berbagai antisipasi untuk menangani hal itu.

"Kalau tidak tercapai di 2012, kita harus pikirkan langkah-langkah berikutnya. DPR akan mengawasi lagi. Kita akan bicarakan lagi. Berapa biayanya, dan lain sebagainya," tutur dia.

Kendati demikian, Ferrari tetap optimistis pada dua tahun mendatang, tingkat impor barang konsumsi akan menurun. "Harus optimistis. Selama kita menjalakannya secara baik. Kita lihat kalau tidak tercapai, di mana titik lemahnya. Apakah programnya yang salah, belum tentu anggarannya yang kurang. Semua masalah belum tentu tergantung anggaran. Konstruksinya harus jelas," tukasnya.

Sementara itu,  WKU bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Kamar dagang dan industri (Kadin) John A Prasetyo mengatakan, pihaknya memaklumi tingkat impor barang konsumsi yang masih tinggi, karena ada beberapa barang yang memang tidak bisa diproduksi di Indonesia.

"Harus dilihat dulu produknya apa. Kalau memang bukan produk yang bisa diproduksi disini, seperti HP kan enggak apa-apa. Harus fair juga dong bahwa konsumen butuh barang murah," kata John. (Sandra Karina/Koran SI/ade)
  • massigit » 0 Tanggapan
    Jangan lupa juga masalah birokrasi. Birokrasi di Indonesia berbelit-belit dan ada banyak pungli. Menurut survey tempo interaktif, birokrasi di Indonesia terburuk kedua di Asia!! setelah India diurutan pertama.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit