Ilustrasi. Foto: Corbis
CILEGON - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mendapatkan fasilitas pinjaman cash sebesar Rp300 miliar dan non-cash loan sebesar USD40 juta untuk modal kerjanya.
Direktur Keuangan Latinusa Erwin mengatakan, pinjaman cash didapatkan dari tiga bank. Yakni BNI sebesar Rp200 miliar, dan sisanya sebesar Rp100 miliar berasal dari Bank Danamon dan bank asal Jepang, Mizuho.
"Dari Rp300 miliar itu kita sudah cairkan sebesar Rp100 miliar," jelas Erwin dalam konferensi pers di Hotel Permata Krakatau, Cilegon, Rabu (9/6/2010).
Selanjutnya, dia menjelaskan jika non-cash loan sebesar USD40 juta didapatkan dari empat bank. Yakni, BNI, Bank Danamon, Mitzuho, dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU). "Non-cash loan itu akan kita pergunakan untuk modal kerja. Antara lain untuk pembiayaan letter of credit (L/C)," jelasnya.
Dia menjelaskan pascamasuknya Nippon Steel Group ke LAtinusa, pihaknya sangat mudah mendapatkan pinjaman. Erwin mengaku jika banyak pihak bank yang menawarinya pinjaman.
"Pinjaman yang diberikan kepada kami itu tanpa jaminan. Bunganya juga sangat rendah. Untuk yang rupiah di bawah delapan persen, dan untuk yang dolar Amerika di bawah satu persen," tukasnya. (ade)