JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan jika paket kebijakan BI terkait one month period memang sengaja tidak menutup peluang bagi investor asing, untuk membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Pasalnya keberadaan dana asing juga memberikan dampak positif bagi pasar domestik.
Hal ini dikatakan Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam diskusi BI Bareng Media (BBM), di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (21/06/2010).
"Khususnya di pasar valuta asing domestik, karena tidak selalu mengalami ekses suplai. Bahkan bisa ekses demand," katanya.
Selanjutnya, jelas Perry, Indonesia pada prinsipnya masih membutuhkan keberadaan dana asing khususnya untuk kegiatan investasi. Kalaupun ada dampak negatif, paparnya, BI masih bisa mengantisipasi dengan kebijakan one month holding SBI.
"Kalau hal ini bisa dicapai dengan kebijakan ini, mengapa harus membuat kebijakan yang berisiko," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.