Getting time...

Harga Baja Posco Naik 6%

Selasa, 22 Juni 2010 18:01 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
SEOUL - Pohang Iron and Steel Company Ltd (Posco) menyatakan akan menaikkan harga produk baja sekira enam persen per Juli 2010. Meski begitu, kenaikan tersebut disebut-sebut belum bisa menutupi kenaikan biaya produksi dari lonjakan kenaikan harga bahan baku.

"Posco, produsen baja terbesar keempat didunia menjelaskan harga baja jenis hot-rolled steel dalam negeri akan naik menjadi 900 ribu won per ton dari harga sebelumnya 850 ribu won per ton. Harga baja jenis steel plate akan naik menjadi 950 ribu won per ton dari 900 ribu won per ton," kata Posco seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/6/2010).

April lalu, Posco juga menaikkan harga baja untuk pasar domestik sebesar 25 persen. Kenaikan pada April merupakan penyesuaian pertama setelah tahun lalu Posco menurunkan harga sebesar 20 persen pada Mei.

Posco menjelaskan, kenaikan ini terpaksa dilakukan karena harga bijih besi impor terus naik. Pada kuartal III harga bijih besi melonjak melebihi 20 persen dibandingkan kuartal II. Artinya, terjadi kenaikan 110 ribu won hingga 120 ribu won per ton produk baja jadi.

"Kenaikan harga ini tidak sepenuhnya sama dengan tingkat kenaikan harga bahan baku yang terus meningkat. Pasar telah mengantisipasi kenaikan sebesar 10 persen, dan pengumuman (Posco) mendekati," kata analis SK Securities Lee Won-jae.

Adapun kenaikan ini mungkin karena harga baja di China akhir-akhir terpantau melemah. Posco juga melihat memperhitungkan bahwa konsumen utamanya, di mana para pengembang masih berjuang.

Awal bulan ini, CEO Posco Chung Joon-yang mengatakan kondisi bisnis baja pada semester II-2010 akan sangat sulit. Sebab, akan terjadi kelebihan pasokan di pasar Korea Selatan (Korsel) seiring meningkatnya impor baja. Permintaan baja Korsel pada 2010 diprediksi tumbuh 13 persen. Lonjakan permintaan diramalkan terjadi pada semester II-2010.

"Kenaikan lebih kecil dari prediksi pasar, tapi saya menilai itu langkah Posco yang lebih pruden, tapi memberikan gambaran kondisi semester II-2010 yang lebih tidak pasti," jelas analis HI Investment & Securities Chung Ji-yun.

Sebagai produsen terbesar di dunia, peringkat Posco masih dibawah ArcelorMittal (India), Nippon Steel Corporation (Jepang), dan Baosteel Co Ltd (China). Posco akan melakukan penyesuaian harga per kuartal mengikuti perubahan harga bijih besi.

Tiga perusahaan tambang bijih besi terbesar dunia, Vale SA, BHP Billiton Ltd, dan Rio Tinto Ltd Plc telah memutuskan melakukan menyesuaikan harga per kuartal.

Sementara, Baosteel menyatakan tidak setuju dengan kebijakan tiga produsen bijih besi soal penyesuaian harga tiap kuartal. Namun, pejabat Baosteel menyatakan perusahaannya terpaksa menerima harga ketiga produsen bijih besi tersebut.

Akhir pekan lalu, perusahaan baja Jerman ThyssenKrupp mengatakan bahwa harga produk baja bisa naik dua kali tahun ini. Langkah ini ditempuh menyesuaikan kebijakan kenaikan harga yang dilakukan Vale sebagai pemasok bijih besi perusahaan. ThyssenKrupp memprediksi kenaikan harga kedua akan dilakukan pada Juli mendatang. (Achmad Senoadi/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit