JAKARTA - Belarusia akan melakukan investasi berupa pembangunan pabrik ban panser di Indonesia pada tahun ini melalui perusahaannya yang bernama Belshina.
“Intinya ada investasi baru dari Belarusia,” kata Ketua Asosiasi Pengusahan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane di Jakarta, Kamis (24/6/2010).
Namun sayangnya, Azis belum bisa memastikan berapa besar nilai investasinya. “Belarusia yang akan masuk itu merupakan produsen ban panser yang merupakan ban-ban besar, dan nama perusahaannya adalah Belshina,” jelasnya.
Azis menuturkan, pihaknya telah memberitahu kepada perusahaan tersebut, apabila ingin membangun pabrik ban di Indonesia, harus yang berbekal teknologi tinggi.
“Mengingat, selama ini mereka merupakan konsumen dari karet alam Indonesia,” ucapnya.
Namun, Azis mengingatkan kepada perusahaan Belshina untuk tidak membangun pabrik ban biasa di Indonesia. “Sangatlah salah apabila mereka berfikir masuk ke Indonesia karena mengandalkan pasar domestik yang dipikir mereka besar, karena kita sendiri 82 persen hasil produksi ban kita diekspor,” paparnya.
Sedangkan penggunaan mobil di Indonesia, lanjutnya, juga masih rendah. “Karena itu, kami menekankan yang lebih berteknologi tinggi, misalnya saja vulkanisir ban pesawat dan panser,” tegasnya.
Apabila Belarusia melakukan investasi dengan pabrik ban yang biasa, hal ini, kata Azis, membuat industri dalam negeri tidak bisa berkembang.
“Mengingat kapasitas produksi kita saat ini sudah hampir mencapai 45 juta per tahun, dan setelah kami membicarakan hal ini, mereka setuju,” jelasnya.(adn)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.