Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asitab Akan Ekspor Tabung Elpiji ke Afrika

Wilda Asmarini , Jurnalis-Kamis, 01 Juli 2010 |18:27 WIB
Asitab Akan Ekspor Tabung Elpiji ke Afrika
Tabung Gas 3 Kg. Foto: Widi Agustian/okezone.com
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Tabung Baja Indonesia (Asitab) berencana mengekspor tabung elpiji ukuran 3 kg ke Afrika. Pasalnya, tahun ini merupakan tahun terakhir PT Pertamina (Persero) selaku konsumen satu-satunya tabung elpiji 3 kg untuk memesan tabung baru.

Namun menurut Ketua Umum Asitab Tjiptadi, rencana ekspor tersebut belum ada pembahasan lebih lanjut dengan 70 perseroan yang tergabung dalam Asitab.

"Masalahnya, order Pertamina hampir habis tahun ini, tapi jumlah perusahaan (produsen tabung) malah bertambah. Kami masih mencari cara tepat untuk memasarkan tabung 3 kg ini. Apa ada pasar ekspor? Kalau diekspor kami cari di pasar Afrika biar tidak bersaing dengan China," tutur Tjiptadi saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Tjiptadi mengaku tabung pabrikan Indonesia masih kalah bersaing dengan pabrikan China mengingat harga pabrikan China lebih murah. "Untuk itu, kami utamakan pasar lokal terlebih dahulu. Tapi tidak menutup kemungkinan kami akan mengupayakan ekspor," tukasnya.

Adapun pada tahun ini, menurutnya Pertamina menambah pesanan hingga 15 juta tabung, sehingga target 52 juta tabung elpiji subsidi akan tercapai.

Sementara Juli ini, lanjutnya, seharusnya perseroan sudah bisa menyalurkan delapan juta tabung kepada Pertamina. Namun karena ada masalah internal Pertamina, maka menurutnya penyaluran ini menjadi terhambat sampai waktu yang belum ditentukan.

"Akhir tahun ini ada tambahan tujuh juta tabung lagi oleh Pertamina, sehingga total tambahan tahun ini mencapai 15 juta tabung," jelasnya.

Terlebih bila tahun depan Pertamina mengurangi pemesanan menjadi hanya 10 juta tabung akibat selesainya program produksi tabung elpiji subsidi 3 kg baru pada tahun ini, maka menurutnya ini makin jauh dari kapasitas produksi pabrikan, bahkan mencapai 10 kali lipat.

"2010 ini pemesanan tabung baru dari Pertamina habis. Untuk selanjutnya, itu nanti hanya akan memperbaiki tabung-tabung rusak. Pergantian per tahun hanya sekira 10 juta tabung," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Perseroan Pertamina Toharso mengakui pabrikan memiliki kelebihan kapasitas produksi dari kebutuhan tabung oleh Pertamina. Potensi kelebihan tabung itu menurutnya bisa saja diekspor. Namun dia menegaskan itu merupakan  wewenang produsen tabung untuk mengekspor atau tidak.

"Stok tabung kita lebih dari cukup, bahkan kalau negara lain mau impor dari kita, kita siap. Tapi itu merupakan wewenang produsen, bukan Pertamina,"  tukasnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN.

Seperti diketahui, total tabung subsidi 3 kg dari awal konversi hingga tahun ini diharapkan mencapai 52 juta tabung. Hingga saat ini, Pertamina sudah menyalurkan
44 tabung elpiji 3 kg ke masyarakat.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement