2010, Latinusa Targetkan Produksi Capai 120 Ribu Ton

Kamis, 8 Juli 2010 20:14 wib
ilustrasi. foto: corbis
ilustrasi. foto: corbis
JAKARTA - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau Latinusa memproyeksi produksi perseroan akan mencapai 120 ribu ton dengan pendapatan Rp1,6 triliun dan laba bersih Rp90 miliar.

Proyeksi ini meningkat dibandingkan  realisasi di 2009 yang mencatat volume produksi 90 ribu ton dengan pendapatan Rp1,18 triliun dan laba bersih Rp42 miliar. Hal tersebut dikatakan Direktur Keuangan Latinusa Erwin saat dihubungi di Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Saat ini Latinusa menargetkan peningkatan produksi di tahun depan sebesar 160 ribu ton atau meningkat dari target produksi tahun ini sebesar 120 ribu ton.

Peningkatan produksi ini seiring adanya jaminan bahan baku dari Nippon Steel Ltd sebagai salah satu pemegang saham perseroan. ”Hingga semester tahun ini perseroan sudah mendapatkan 35 ribu ton pasokan bahan baku dari Nippon Steel,” katanya.

Terkait rencana peningkatan kapasitas produksi tersebut perseroan berencana membeli mesin baru. Saat ini perseroan tengah melakukan penjajakan dengan sejumlah perusahaan. ”Belum bisa dijelaskan detilnya,” kata Erwin.

Menurut Erwin, pasar kemasan tinplate masih sangat besar antara lain di sektor perikanan dan pertanian yang belum tergarap secara terintegrasi. Untuk itu, perseroan akan terus mengggarap pasar yang masih relatif belum terjamah.

Hingga kuartal I-2010, perseroan meraup laba bersih sebesar Rp28,051 miliar dan penjualan sebesar Rp366,716 miliar. Pada perdagangan kemarin, saham NIKL ditutup sebesar Rp290 per saham.

Di sisi lain, Investor Relations Latinusa Andini Aritonang mengatakan, dengan naiknya produksi perseroan berharap laba bersih dan pendapatan perseroan pada semester I-2010 bisa meningkat. ”Perseroan memproyeksi masing-masing sebesar Rp724 miliar dan Rp55 miliar," kata Andini.

Analis Reliance Securities Gina Nasution mengatakan, jika melihat angka-angka proyeksi Latinusa tahun ini cukup menggembirakan. "Artinya kinerja perseroan di tiga bulan pertama tahun ini on the track," kata Gina saat dihubungi.

Meski demikian, jelas Gina, Latinusa harus memperhitungkan faktor-faktor yang dapat menghambat perolehan target penjualan dan produksi hingga akhir tahun.

"Meski harga komoditas tahun ini cenderung membaik dibanding tahun lalu, perseroan tetap memperhitungkan aspek lain," katanya. (Whisnu Bagus /Koran SI/ade)
TWITTER »
twit