Kuatkan Industri, Pemerintah Harus Sering Kampanye

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Kamis, 8 Juli 2010 19:34 wib
ilustrasi. foto: corbis
ilustrasi. foto: corbis
JAKARTA - Pemerintah diimbau harus sering berkampanye ke luar negeri tentang industri perekonomian dalam negeri yang memiliki daya saing kuat.

Hal ini dilakukan agar industri perekonomian dalam negeri mampu berkembang dan tidak terkena black campaign internasional yang menghambat pertumbuhan industri potensial dalam negeri.

“Seperti industri dalam negeri yang saat ini kita kuasai dan memiliki daya saing kuat, sektor perkebunan kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Kalau kita lihat industri yang tidak dikuasai multi nasional asing seperti CPO, secara internasional terkena black campaign,” ujar Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, di Jakarta, kemarin malam.

Menurutnya, ini yang menjadi sebuah pertanyaan besar. Menurutnya kenapa industri yang dikuasai perusahaan dalam negeri dan memiliki daya saing yang kuat selalu mendapatkan black campaign internasional.

“Kami selalu menjumpai industri yang kuat lainnya seperti rokok cengkeh, tetapi ekspor ke negara tetangga kita diminta untuk industri rokok plontos. Ini merugikan kita karena yang menjadi pertanyaan adalah apa bedanya antara rokok putih dengan rokok kretek?” tambahnya.

Menurutnya pemerintah harus lebih aktif berkampanye di luar negeri untuk hal-hal semacam ini. Sehingga produk Indonesia yang mempunyai daya saing kuat dapat terjaga.

“Dulu saat industri kayu kita kuat, kita ditakuti untuk sektor wood industry, sehingga muncul black campaign dari LSM internasional yang menuduh timber industry. Tetapi sekarang, begitu industri wood kita lemah tidak ada satu LSM yang mengatakan kerugian kita akibat timber industry,” pungkasnya.

Ini dikarenakan pada saat itu mereka sedang mengejar industri CPO yang merupakan the next unggulan produk Indonesia. Di mana dapat menghasilkan bio fuel yang murah, Pemerintah seharusnya aware dengan permainan ini. (ade)
TWITTER »
twit