ilustrasi. foto: corbis
JAKARTA - Tingkat inflasi Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan tertingginya mencapai 4-4,5 persen pada kuartal III-2010, tepatnya pada Agustus 2010.
Angka inflasi ini diprediksi membantah dari prediksi analis-analis sebelumnya jika inflasi tertinggi akan terjadi di akhir tahun.
Hal tersebut dikatakan Head of Research Asia, ING Financial Markets Timothy Condon kepada wartawan saat teleconference, di Kantor ING Securities, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (15/7/2010).
Penyebab dari tingginya angka inflasi ini karena adanya bulan ramadan dan Idul Fitri yang seperti biasa akan memicu kenaikan inflasi pada harga-harga kebutuhan pokok.
"Namun demikian, pada akhir tahun ini (Desember), laju inflasi diperkirakan akan kembali menurun di level empat persen (yoy)," jelasnya.
Selain itu, dia juga memperkirakan sampai dengan akhir tahun ini Bank Indonesia (BI) tidak akan menaikkan suku bunganya (BI Rate).
"Ini karena Bank Indonesia (BI) cenderung mengikuti Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed yang telah berkomitmen untuk mempertahankan suku bunganya selama 2010 ini. Sehingga sampai dengan akhir tahun ini, BI rate akan dipertahankan di level 6,5 persen," tambahnya.
Adapun seandainya BI menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin, lanjutnya, tingkat suku bunga Indonesia masih tergolong rendah. Dan inflasi tidak akan menjadi masalah bagi BI Rate. (ade)