JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membantah adanya dugaan permainan kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Persero mengklaim kualitas premium Pertamina sejak dulu hingga kini tetap sama, tidak berubah.
"Ya tetap sama, tidak berubah. Kalau saya mengubah, saya langgar, ya saya akan digebuk orang," tukas Direktur Pemasaran Pertamina Djaelani Sutomo, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010).
Menurutnya, pengawasan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga terus dilakukan. Dia mengatakan pihaknya dan juga pihak Dirjen Migas Kementerian ESDM juga selalu mengambil contoh premium dari masing-masing SPBU.
Lebih lanjut dia mengatakan, mobil pabrikan 2007 ke atas memang dirancang untuk menggunakan angka oktan (RON) yang lebih tinggi dibandingkan mobil-mobil produksi tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau mobil (produksi) 2005 masih aman, tapi kalau untuk mobil-mobil di atas 2007 itu kompresinya sudah tinggi, sehingga harus menggunakan pertamax. Ini suara Gaikindo, bukan suara saya," tukasnya.
Dia menjelaskan RON ini guna mengetahui bagaimana mesin tidak menggelitik. Kalau mesin menggelitik, lanjutnya, berarti RON-nya tidak cukup, sehingga perlu RON yang lebih tinggi lagi.
"Yang (mobil) 2007 sudah diproduksi dengan kompresi yang tinggi. Diharapkan sudah menggunakan RON 92 (pertamax)," tandasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.