Ilustrasi
JAKARTA - PT Trada Maritime Tbk (TRAM) mendapatkan dana sebesar USD50 juta. Sebesar USD35 juta berasal dari International Finance Corporation (IFC) dan sebesar USD15 juta dari The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd Jakarta Branch (BTMU-Jakarta Branch).
"(Dana) ini akan digunakan untuk membiayai proyek konversi salah satu armada milik TRAM, FSO Lentera Bangsa, dalam rangka memenuhi ketentuan kontrak dari CNOOC SES Ltd selaku pihak penyewa jasa armada tersebut," jelas Presiden Direktur TRAM, Danny de Mita dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (23/7/2010).
Pada kuartal ketiga tahun 2009 lalu, TRAM memperoleh kontrak penyediaan jasa FSO (floating storage and offloading) Lentera Bangsa dari CNOOC SES Ltd. Saat ini proyek konversi kapal berbobot mati 127 ribu ton tersebut masih berjalan di Cosco Shipyard, Guang Zhou, China dan akan siap beroperasi sesuai jadwal yaitu pada Januari 2011 mendatang.
Penandatangan kesepakatan itu pun telah dilakukan kemarin, Kamis 22 Juli. Pembiayaan dari kedua institusi keuangan terkemuka ini merupakan langkah strategis bagi TRAM yang telah menjalankan international best practice dalam operasional armadanya untuk siap menghadapi pasar yang lebih luas.
Danny menyatakan bahwa pencapaian TRAM dalam meraih kontrak CNOOC ini merupakan bukti nyata suksesnya implementasi azas cabotage di Tanah Air.
"Keberhasilan TRAM dalam bermitra dengan perusahaan migas asing ini sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan nasional dengan kapal berbendera Indonesia terbukti kompeten dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri lewat penerapan azas cabotage," ujar Danny. (wdi)