Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengklaim jika realisasi distribusi paket perdana elpiji tiga kilogram (kg), alias gas melon, mencapai 45.280.724 paket. Paket yang terdiri dari kompor dan tabung itu, tercatat dari awal program konversi hingga 26 Juli 2010.
Adapun untuk realisasi khusus untuk 2010 ini, baru mencapai 20 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010, yakni sejumlah 1.871.225 paket dari target 9.395.285 paket.
"Program konversi minyak tanah ke elpiji telah meningkatkan konsumsi elpiji. Di tahun 2010, volume elpiji diperkirakan total akan mencapai 4,14 juta metrik ton (MT), di mana 72 persen adalah dari elpiji tiga kg," tutur VP Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha Pertamina Nursatyo Argo dalam sebuah diskusi di Grand Ussu, Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Senin (26/7/2010).
Dia pun mengatakan, sebelum adanya program konversi minyak tanah ke elpiji, konsumsi elpiji di Indonesia hanya berkisar satu juta metrik ton (MT) per tahun, yang terbagi dalam elpiji kemasan 12 kg sebanyak 75 persen, elpiji 50 kg sebanyak 15 persen, dan bulk sebesar 10 persen.
"Hingga Juli 2010 pengguna elpiji 3 kg telah mencapai 45 juta kepala keluarga (KK)," ujarnya. Sementara realisasi volume elpiji dari 2007 hingga Juli 2010 ini mencapai 3.961.000 MT. Khusus untuk 2010 hingga Juli 2010 ini tercatat mencapai 1.496.000 MT dari target 2010 sebanyak 3.018.000 MT.
Sedangkan penarikan minyak tanah dari awal program konversi hingga saat ini tercatat mencapai 11.850.000 kiloliter (kl). Untuk 2010, mencapai 4.210.000 kl dari target 2010 sebanyak 7.334.000 kl.
"Sementara penghematan subsidi dari program koversi ini mencapai Rp31,36 triliun, di mana untuk 2010 ini sudah terealisasi hemat Rp8,82 triliun dari target 2010 sebesar Rp16,06 triliun," paparnya.
Namun, lanjutnya, penghematan subsidi tersebut bukanlah penghematan bersih karena belum disertakan biaya paket konversi. Bila dihitung biaya paket konversi, maka menurutnya penghematan bersih total hingga saat ini mencapai Rp20,72 triliun. Adapun biaya paket konversi yang dikeluarkan hingga saat ini sebesar Rp10,63 triliun.
(css)