Getting time...

Elpiji Sering Meledak

Warga Minta Kembali Pakai Minyak Tanah

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Selasa, 27 Juli 2010 15:32 wib
Ilustrasi. Foto: Koran SI
Ilustrasi. Foto: Koran SI
DEPOK - Kendati sosialisasi sudah sering diselenggarakan, kerap terjadinya ledakan elpiji automatis membuat sebagian warga khawatir dan takut menggunakan gas. Akan tetapi, warga juga tampaknya tidak memiliki pilihan lain untuk sumber bahan bakarnya.

Pasalnya, jika warga ingin beralih untuk kembali ke minyak tanah, pasti beban hidupnya bakal bertambah. Karena pemerintah sekarang ini telah mencabut subsidi atas minyak tanah.

"Pemerintah harus memurahkan minyak tanah agar kami bisa kembali ke minyak tanah, agar kami bisa menggunakan lagi minyak tanah," kata Erni, salah satu warga yang menghadiri sosialisasi penggunaan tabung gas elpiji 3 kg, selang dan regulatornya yang dilaksanakan oleh Pertamina berkerja sama dengan Hiswana migas dan Disperindag di Gelanggang olahraga (GOR) Kali Mulia, Cilodong, Depok, Selasa (27/7/2010).

Sementara itu, Sales Representatif Pertamina Didiek Weriadi memaparkan, karena sering di ekspos, menurutnya wajar jika masyarakat takut. Dia juga mengaku jika pihaknya sering menarik tabung tidak layak pakai dan kadaluarsa.

"Itu sudah SOP Pertamina, volume pemakaian tabung sampai 5-10 tahun. jadi kami tidak menyetujui usulan tabung-tabung itu ditarik lagi, nanti bisa terjadi kelangkaan, masyarakat masak pakai apa," bebernya.

Sejauh ini, dia menuturkan pihaknya telah menggelar sosialisasi seperti sebanyak empat kali di Bogor, tiga kali di Cianjur, di Sukabumi sebanyak satu kali dan di Depok satu kali.

"Kebocoran dan kerusakan tabung juga terjadi di tingkat agen dan pangkalan, karena sering terjadi handling (pindah tangan) saat menurunkan tabung. Jadi untuk membuat masyarakat tidak takut lagi, saya langsung menyuruh masyarakat pada sosialisasi kali ini untuk memasang sendiri kompornya satu persatu," jelasnya.

Kontrol selama ini, menurutnya ada di SPBE. Dengan demikian, seharusnya sudah tidak ada lagi tabung bocor karena sudah melewati quality control yang ketat di SPBE. "Mereka lakukan pengecekan, misalnya dengan dimasukan ke air," ungkapnya.

Untuk tabung yang tidak ber-SNI, dia menegaskan sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan. Di mana pemerintah tela membatasi hingga tahun 2018 untuk penggunaaan tabung non SNI ini. "Tidak usah khawatir kalau tabung tidak sni, ada batas sampai 2018," ungkapnya.

Karena itu, dia menyakini jika tidak da tabung yang meledak. kemungkinan besar sumber ledakan itu muncul dari selang dan regulator. "Karena umur selang dan regulator hanya satu tahun. Misalnya terkena percikan minyak goreng, atau bisa juga digigit tikus," ujarnya. (wdi)
TWITTER »
twit