Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siap-Siap, Profit Taking Bakal Hantam Rupiah!

Rheza Andhika Pamungkas , Jurnalis-Jum'at, 30 Juli 2010 |07:39 WIB
Siap-Siap, <i>Profit Taking</i> Bakal Hantam Rupiah!
Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Setelah mengalami penguatan yang cukup hebat dan menembus level Rp9.000 per USD, nilai tukar Tanah Air bakal dihantam aksi ambil untung (profit taking) investor. Pada hari ini diprediksi investor akan ramai-ramai menjual Rupiah.

“Ada kecenderungan akan ada sedikit tekanan terhadap rupiah di perdagangan hari ini,” ujar analis valas dari PT Bank Himpunan Saudara Tbk Rully Nova kepada okezone di Jakarta, Jumat (30/7/2010).

Menurutnya, pasar juga akan cenderung wait and see karena masih menunggu laporan keuangan Juli 2010 dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diselenggarakan pada awal Agustus 2010.

“Pergerakan rupiah di akhir pekan ini akan cenderung melemah akibat aksi profit taking ini di support-resistance di Rp9.000-9.030 per USD,” tukasnya.

Pada penutupan perdagangan kemarin, berdasarkan kurs tengah BI rupiah ditutup di Rp9.002 dan berdasarkan yahoofinance, rupiah ditutup di Rp8.947,5 per USD dengan range di Rp8.947,5-9.020,5 per USD.

Penguatan rupiah kemarin menurut Rully akibat adanya sentimen positif yang dibawa oleh penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat ke posisi 3.067,41 atau hampir menyentuh level 3.100.
 
“Hal ini karena kinerja baik dari laporan keuangan beberapa emiten mendorong pelaku pasar asing untuk menanamkan modalnya di pasar saham Indonesia termasuk di pasar valas. Akibat adanya arus capital inflow ini, maka ada penguatan di IHSG dan rupiah kemarin,” pungkasnya.

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement