Foto: Corbis
JAKARTA - Inflasi Juli 2010 diperkirakan berada di kisaran 1,2 persen. Inflasi dipengaruhi kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan harga bahan pokok terutama cabai.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengatakan, inflasi Juli akan lebih tinggi dibandingkan Juni yang mencapai 0,97 persen.Menurut dia, tekanan inflasi akan terus berlangsung hingga akhir September. ”Karena harga bahan pangan akan tetap bergerak naik,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, kemarin.
Inflasi, kata dia, terjadi karena adanya faktor musiman, seperti Ramadan dan Lebaran bagi umat Muslim.Kondisi ini kata dia,mesti menjadi perhatian pemerintah untuk lebih fokus pada soal pasokan dan distribusi. Selanjutnya pada Oktober, dia mengatakan, tekanan inflasi berubah dari bahan pokok menjadi harga minyak dunia. ”Ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan di Amerika Serikat dan Eropa,” ujarnya.
Secara keseluruhan tahun, Erani memperkirakan,inflasi akan menembus angka 6 persen atau lebih tinggi dari proyeksi pemerintah 5,3 persen. Hal ini, kata dia, akan berpengaruh pada besaran suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).Dia memperkirakan,BI Rate akan berada pada kisaran 7 persen pada awal tahun depan.Kondisi ini akan meningkatkan suku bunga kredit yang akan menekan investasi. ”Semoga pemerintah bisa sigap mengatasinya,” tandasnya.
Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, inflasi Juli 2010 akan sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.Dia memproyeksikan inflasi Juli akan tembus ke level 1,1 persen. ”Kami perkirakan 1,1 persen,” paparnya.
Sementara ini, untuk semester II-2010, Ryan menuturkan, tren inflasi memang mengalami lonjakan, tapi bukan hanya karena faktor musiman yang biasa terjadi setiap tahunnya. Namun, juga dipengaruhi lonjakan harga barang-barang yang diikuti dengan kenaikan TDL. ”Kalau di semester II ini tren inflasi naik karena lonjakan harga barang menyusul kenaikan TDL,” ujarnya.
Adapun inflasi Juni 2010, katanya, melonjak tinggi ke level 0,97 persen karena ditunjang dengan naiknya harga cabai karena gagal panen akibat datangnya musim hujan.
Namun, menurut Ryan, sampai akhir tahun BI Rate masih akan ditahan di 6,5 persen jika pada semester II tidak ada lonjakan inflasi yang berarti. Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, inflasi pada Juli 2010 berkisar kurang lebih 1 persen. Beras masih menjadi pendorong utama inflasi, sebab harga beras belum juga melandai hingga pekan terakhir Juli. ”Harga beras masih menunjukkan gerakan naik,” katanya. (Bernadette Lilia Nova) (//css)