JAKARTA - Dirjen Migas Evita Legowo membantah isu yang beredar bahwa pemerintah sengaja menurunkan kualitas premium agar konsumen beralih ke BBM nonsubsidi seperti pertamax.
"Sama sekali tidak demikian. Tidak ada niat sengaja untuk itu (mengalihkan konsumen premium ke pertamax)," katanya saat konferensi pers tentang hasil pengujian kualitas premium di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/8/2010).
Oleh karena itu, menurutnya pemerintah terus melakukan pembinaan dan pengawasan untuk terpenuhinya kualitas BBM sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan.
"Dengan kejadian ini, pemerintah juga meminta Pertamina untuk lebih meningkatkan kontrol kualitas BBM," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah juga telah membantah adanya penurunan angka oktana riset (RON) untuk bahan bakar jenis premium dari 88 menjadi 84. Menurut Evuta, RON 88 untuk premium saja bisa dikatakan tergolong paling rendah di dunia, sehingga tidak mungkin untuk diturunkan lagi.
"Oh tidak. Kita selama ini (RON) 88 saja sudah termasuk paling rendah di dunia. Jadi kita tidak akan menurunkan 88," tuturnya beberapa waktu lalu.(adn) (rhs)