Foto: Rahmad Suryadi/Koran SI
BOJONEGORO - Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bojonegoro mulai langka. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bojonegoro kehabisan bensin dan solar.
Masyarakat pun kebingungan mencari bahan bakar, dan terpaksa membeli bensin eceran. Pantauan di lapangan menunjukkan hampir semua SPBU memasang papan pengumuman bertuliskan "habis".
Di antaranya SPBU di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, SPBU di Jalan Sawunggaling, dan Jalan MT Haryono. Bahkan SPBU di wilayah kecamatan luar kota juga habis, diantaranya SPBU Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo dan SPBU Desa Tulungagung Kecamatan Baureno.
Menurut Wasis Pujianto, salah satu petugas SPBU Jalan Sawunggaling, kelangkaan bahan bakar terjadi sejak empat hari terakhir. Bahan bakar benar-benar habis sejak Senin 9 Agustus kemarin. Kelangkaan pun berlanjut hingga Selasa ini. “Kita belum tahu kapan dikirim lagi,” terangnya, di Bojonegoro, Selasa (10/8/2010).
Dia menjelaskan setiap hari pom bensin tempat dia bekerja mampu menjual lima ton solar dan 15 ton bensin. Tapi sejak Senin lalu semua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) habis.
Pihak SPBU mendapat informasi jika ada kerusakan di Depot BBM yang ada di Tuban. “Selama ini kami mendapat stok BBM dari Tuban, tapi katanya sekarang sedang rusak. Makanya tidak ada kiriman,” katanya.
Sekira 30 menit berada di SPBU Sawunggaling tersebut, sudah puluhan calon pembeli kecele, meski di depan sudah tertulis “habis”. Para pembeli itu mengaku sudah putar-putar mencari SPBU yang masih ada stok. Tapi tetap saja nihil karena semua SPBU kehabisan BBM. “Sudah kemana-mana. Semuanya habis,” kata Cipto, salah satu pembeli.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro Bambang Suharno mengakui jika ada keterlambatan pasokan BBM ke Bojonegoro.
Bambang juga membenarkan jika Depot BBM milik Pertamina di Kecamatan Jenu, Tuban rusak. “Sekarang sedang dalam perbaikan. Sehingga pasokan telat,” terangnya.
Dia menjelaskan, sementara pasokan untuk SPBU yang ada di Bojonegoro diperoleh dari Depot BBM di Surabaya. Hanya saja, lantaran jarak yang jauh, maka keterlambatan BBM tak bisa dihindari.
“Perjalanan dari Surabaya juga terganggu akibat ada perbaikan jalan di Lamongan dan banyaknya acara Agustusan,” terang Bambang. (Nanang Fahrudin/Koran SI/ade)