Logo AIG
LONDON - Perusahaan asuransi raksasa American International Group (AIG) menyatakan telah melakukan pendekatan dengan sejumlah investor besar untuk melepas saham pada anak usahanya di Asia, AIA Group Ltd.
Surat kabar Financial Times melaporkan, pernyataan AIA muncul setelah melihat kuatnya permintaan dari investor China.AIG selaku pemegang saham mayoritas berniat melepas 30 persen sahamnya.
"Ada investor dan taipan kaya yang menentang pelepasan saham minor melalui bursa," kata FinancialTimes kemarin.
Sebelumnya konsorsium China yang terdiri atas perusahaan asuransi dan perbankan mengajukan tawaran untuk membeli 30 persen saham AIA dari AIG.Akan tetapi, calon investor tersebut masih terkendala belum jelasnya aturan kepemilikan perusahaan asuransi asing di China.
Di bagian lain AIA menyampaikan rencana untuk melepas lebih dari setengah sahamnya di bursa Hong Kong pada Oktober atau November tahun ini. Aksi ini ditargetkan meraup dana sekitar USD23 miliar.
Bulan lalu surat kabar South China Morning Post melaporkan bahwa paling tidak ada empat anggota konsorsium China yang berminat membeli AIA,termasuk perusahaan asal Singapura GIC dan Temasek. Selain itu,ada juga investor dari Abu Dhabi,Kuwait,dan Qatar. AIG sebelumnya gagal melepas saham AIA kepada perusahaan asu-ransi Inggris Prudential Plc karena tidak menemukan kata sepakat terkait nilai transaksi yang mencapai USD35,5 miliar.
Prudential kemarin menyatakan akan fokus pada strategi pertumbuhan organik setelah menyatakan keluar dari penawaran AIA. Prudential juga menyatakan tidak akan mengeluarkan tawaran baru kepada AIG untuk melepas sahamnyadi AIA. "Kami telah mencoba dan hasilnya tidak berjalan baik," kata CEO Prudential Tidjane Thiam seperti dikutip Business Week kemarin. (Yanto Kusdiantono/Koran SI/wdi)