JAKARTA - Kawasan khusus usaha pertanian skala luas (food estate) atau Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) hampai 2014 mendatang diperkirakan mampu memasok 1,95 juta ton padi.
Selain padi juga akan dihasilkan 2,02 juta ton jagung, 167 ribu ton kedelai, 64 ribu ekor sapi ternak, 2,5 juta ton gula, dan 937 ribu ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) per tahun.
“Dengan demikian, Merauke tak hanya menjadi lumbung pangan nasional, melainkan juga menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di Jakarta, Jumat (13/8/2010).
Diketahui, Mentan Suswono Rabu 11 Agustus lalu telah meresmikan MIFEE di Merauke, Papua. Suswono pun meminta semua pihak, baik daerah maupun pusat, mendukung pelaksanaan MIFEE.
Suswono melanjutkan, selain mewujudkan ketahanan pangan nasional, pengembangan food estate Merauke juga akan mengoptimalkan fungsi lahan cadangan yang cukup luas yang selama ini menjadi lahan tidur. Perubahan lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif tersebut akan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal dan menggerakkan perekonomian daerah. “Utamanya para investor lokal,” jelasnya.
Dikatakan Suswono, pembukaan pertanian skala luas diharapkan berfungsi pula sebagai kompensasi atas berkurangnya lahan pertanian di Pulau Jawa. Saat ini, lahan-lahan pertanian di Pulau Jawa terus menyusut akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan atau fungsi lain seperti perumahan, gedung perkantoran, dan sarana umum lainnya.
Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menambahkan, kendati sudah menentukan kawasan-kawasan yang akan dibuka menjadi areal pertanian baru, pemerintah tetap memperhatikan masalah lingkungan dan sosio-kultural sebelum memberi izin kepada pihak ketiga untuk usaha pertanian skala luas di Merauke.
“Tanah-tanah sakral, tanah adat, dan lahan untuk pelestarian lingkungan tidak akan diganggu gugat. Lahan yang digunakan untuk food estate harus clear dari masalah lingkungan hidup dan sosio-kultural setempat,” papar Bayu.
Pemanfaatan lahan untuk MIFEE dilakukan secara bertahap, yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang pada areal pengembangan lain (APL) dan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK).
Dalam proses penyepakatan rencana tata ruang/wilayah (RTRW) Provinsi Papua dengan RTRW Kabupaten Merauke antara Tim Teknis BKPRN dan Pemda Provinsi Papua dan Pemda Kabupaten Merauke, telah disepakati luas lahan untuk pengembangan MIFEE seluas 760.897 ha, sebagai lahan pengembangan MIFEE tahap awal. “Sedangkan untuk menggenapi luas lahan sampai dengan di atas 1 juta ha akan dilakukan secara bertahap,” ujar Suswono.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.