Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Siapkan Cara Kurangi Motor Pemudik

Safrezi Fitra , Jurnalis-Selasa, 17 Agustus 2010 |10:15 WIB
Pemerintah Siapkan Cara Kurangi Motor Pemudik
Foto: Wordpress
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mengaku sudah siap dengan lonjakan penumpang yang terjadi. Selain itu, pemerintah mempunyai program pengurangan frekuensi motor saat mudik.

Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat dijumpai setelah menghadiri konferensi pers sejumlah menteri terkait dengan Rancangan Anggaran dan Belanja Negara (RAPBN) 2011, di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/8/2010) malam.

Freddy mengatakan bahwa pada saat arus mudik berlangsung, akan ada tim yang akan terus memantau. Keinginan pemerintah adalah pada saat arus mudik, frekuensi sepeda motor dikurangi

"Makanya kita upayakan nanti para pemudik itu naik truk, orangnya naik bus, tanpa bayar, mudah-mudahan," kata Fredy.

Sama halnya dengan tranportasi tersebut, kereta juga diberlakukan demikian. Akan ada sentralisasi di titik-titik tempat dimana orang akan mengambil motor, kemudian membawanya ketempat tujuannya.

"Pada prinsipnya kita sudah siap, dengan mobilisasi bus sebanyak 4.000 lebih, kereta api juga ada peningkatan 214 kereta untuk mengatasi lonjakan penumpang," jelas Freddy.

Fredy juga mengakui masih kurangnya kinerja pemerintah seperti masih buruknya infrastruktur jalan yang membuat arus mudik para pemudik kurang nyaman. Kekhawatiran lainnya datang dari kondisi cuaca.

"Saya mengakui, itu kinerja kementerian PU (pekerjaan umum) terutama pada titik-titik tertentu seperti Nagreg, flyover di Merak dan sebagainya. Dan juga masalah cuaca," tandasnya.(adn)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement