Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Force Majeure Anak Usaha BYAN Telah Berhenti

Rheza Andhika Pamungkas , Jurnalis-Rabu, 18 Agustus 2010 |11:44 WIB
<i>Force Majeure</i> Anak Usaha BYAN Telah Berhenti
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melaporkan bahwa kejadian keadaan kahar (force majeure) yang menimpa anak perusahaan PT Wahana Baratama Mining (WBM) telah berhenti pada Senin kemarin dan WBM telah berusaha kembali untuk beroperasi dengan normal.

Hal tersebut disampaikan Direktur BYAN Engki Wibowo dan Jenny Quantero seperti dikutip dari keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (18 /8/2010).

"Saat ini banjir yang terjadi pada WBM belum sepenuhnya surut, akan tetapi tingkat ketinggian air telah berkurang sampai pada tingkatan yang memungkinkan WBM melakukan kegiatan penggalian pada bagian proyek Timur dan Barat," jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, WBM terus memprioritaskan untuk mengeringkan area pit bersamaan dengan melakukan upaya-upaya yang dapat membuat kembali berproduksi secara normal. "Selain itu, koordinasi erat juga dilakukan dengan kontraktor, agar dapat mempercepat tercapainya hal-hal tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, pada 27 Juli lalu, BYAN melaporkan bahwa anak usaha perseroan PT WBM mengalami keadaan kahar (force majeure). Keadaan kahar ini disebabkan karena adanya curah hujan yang sedemikian tinggi sejak 17 Juli 2009 dan mengakibatkan banjir pada area bukaan tambang WBM sehingga produksi batu bara tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement