Menperin MS Hidayat. Foto: Koran SI
JAKARTA - Lagi-lagi masalah kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) bikin semua kalangan jadi pusing. Bahkan, seorang Menteri pun ikut-ikutan pusing dibuatnya, gara-gara asumsi kenaikan TDL sebesar 15 persen di 2010. Siapa dia?
Ternyata dia adalah Menteri Perindustrian MS Hidayat. Baru sebatas asumsi kenaikan, tetapi sejumlah pewarta terlalu jor-joran memberikan pertanyaan kepada mantan Ketua Kadin ini, apalagi asumsi tersebut ditolak tegas pihak pengusaha.
"Kamu mau tanya apalagi? TDL? Duh saya pusing. Tanya saja ke Agus (Menteri Keuangan Agus Martowardojo) yang buat asumsi ya," ujar Hidayat, seusai rakor RUU Pembebasan Lahan bagi Kepentingan Publik, di Gedung Kemenko, Jakarta, Kamis (19/8/2010).
Dalam kenaikan TDL tahun depan ini, dirinya melihat ada selisih atau angka untuk subsidi bagi PLN, jadi masih banyak upaya untuk dilakukan.
Saat ditanya apakah dirinya setuju atau tidak, dengan rencana kenaikan TDL tersebut, Menperin enggan menjawab. “Nanti pendapat pribadi, saya nanti dipertentangkan dengan Menkeu,” tambahnya.
Namun Hidayat akan memberikan pertimbangan, yang pada prinsipnya akan mengarah ke kapasitas dan daya saing industri tahun depan.
Selain itu, saat dikonfirmasi akan adanya aksi boikot dari sektor industri, Hidayat meminta rencana kenaikan TDL tersebut tidak dieksploitasi. Karena menurutnya, rencana kenaikan itu, masih belum rampung dan masih sekadar asumsi dari Kementerian Keuangan.
Sebelumnya, pemerintah akan membawa rencana kenaikan TDL tersebut ke anggota Dewan terhormat secepatnya, bahkan ada sinyal kenaikan tersebut bisa naik, atau turun bahkan tidak disepakati.
"Itu kan asumsi. Kita mengasumsikan ada kenaikan TDL 15 persen dan nanti pada saat kita bicara dengan DPR asumsi itu akan dibicarakan. Itu tentang timing-nya saja, jumlah kita akan bicarakan lagi," ujar Menteri Keuangan. (ade)