Perusahaan Diimbau Percepat THR & Adakan Mudik Bersama

Senin, 23 Agustus 2010 12:50 wib | Andina Meryani - Okezone

Foto: Koran SI Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menerbitkan surat edaran yang meminta para Gubernur, Bupati dan Walikota untuk mengingatkan pengusaha untuk melakukan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tepat waktu atau pada paling lambat pada H-7 Lebaran.

Selain itu, untuk meringankan beban para pekerja atau buruh, perusahaan tersebut didorong untuk menyelenggarakan pulang kampung (mudik) Lebaran bersama.

Sedangkan untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR keagamaan dan pelaksanaan mudik Lebaran, maka masing-masing provinsi, kabupaten/kota agar membentuk Satuan Tugas (Posko) ketenagakerjaan Peduli Lebaran tahun 2010. Di tingkat pusat, kantor Kemenakertrans pun membuka posko pengaduan THR.

Menakertrans mengatakan kepastian pembayaran tepat waktu akan membuat pekerja atau buruh dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik sehingga diharapakan memacu peningkatan produktivitas perusahaan.

“Biasanya menjelang dan selama pelaksanaan hari raya Lebaran, pekerja atau buruh dihadapkan pada tuntutan pengeluaran tambahan, Tentunya pekerja atau buruh mengharapkan THR sebagai sumber pendapatan di luar upah untuk memenuhi kebutuhan tambahan tersebut,“ katanya sebagaimana dikutip dari situs resmi Kemenakertrans, di Jakarta, Senin (23/8/2010).

Dirinya menegaskan bahwa THR keagamaan merupakan hak pekerja yang harus dibayarkan oleh pengusaha kepada para pekerjanya. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan diatur dengan Permenakertrans No.PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.
 
Dalam peraturan tersebut, mewajibkan pengusaha untuk memberikan THR Keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan atau lebih secara terus-menerus. Berdasarkan peraturan besarnya THR Keagamaan tersebut adalah pekerja atau buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih mendapat THR minimal satu bulan gaji.

Sedangkan pekerja atau buruh yang bermasa kerja tiga bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, mendapat secara proporsional, yaitu  dengan menghitung masa kerja yang sedang berjalan dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah. Dijelaskan Menakertrans, THR Keagamaan bagi pekerja atau buruh tersebut di atas, diberikan satu kali dalam setahun oleh pengusaha dan pembayarannya disesuaikan dengan hari raya keagamaan masing-masing.

“Oleh karena itu, Saya imbau agar para pengusaha segera memberikan THR kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran (H-7), “ tegasnya.(adn) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »