Right Issue Bank Mandiri, Pemerintah Terdilusi 6-7%

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Selasa, 24 Agustus 2010 13:27 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - Dengan melakukan penambahan sebanyak 2,36 miliar lembar saham baru atau melepas 11,3 persen, maka jumlah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang beredar bertambah dari 20,9 miliar lembar menjadi 24 miliar lembar saham dan kepemilikan saham pemerintah terdilusi 6-7 persen.

"Efek dilusinya enam sampai tujuh persen," ujar Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansyuri saat konferensi pers di JCC Senayan Jakarta, Selasa (24/8/2010).

Dia juga menjelaskan jika Bank Mandiri semakin mematangkan rencana right issue-nya. Walaupun penawaran right issue direncanakan masih tiga bulan lagi, namun saat ini Bank Mandiri tengah menyiapkan persiapan jelang right issue tersebut.

"Kami telah memperoleh surat persetujuan dari Kemeneg BUMN untuk pelaksanaan right issue tahun ini. Dan tim right issue dari Kemeneg BUMN, Kemenkeu dan Bank Mandiri sudah terbentuk. Saat ini kami juga tengah membentuk tim internal," imbuhnya.

Menurutnya, saat ini Bank Mandiri juga tengah menyiapkan segala persiapan dan penunjukkan profesi penunjang. Setelah itu, Bank Mandiri juga akan menunjuk underwriter, legal council lokal dan internasional dan notaris. Sekarang ini, pihaknya juga sedang mengusahakan persetujuan dari DPR dan penyusunan PP-nya juga tengah difokuskan.

"Pricingnya, diperkirakan akan ditentukan di minggu ke 2-3 November tahun ini," tukasnya.

Sementara itu, terkait kabar adanya rencana penerbitan global bond sub debt valas, dirinya menyangkal hal tersebut. Ia hanya mengatakan prioritas perseroan saat ini adalah penerbitan right issue.

"Kita berharap right issue dapat diterbitkan di tahun ini, karena prioritas kita ke depan adalah penerbitan right issue dan menaikkan tier 1 capital (ekuitas). Saat ini posisi rasio kecukupan modal (CAR) kami di level 12 persen, pada akhir tahun diprediksi 13 persen, setelah proses right issue CAR kami akan naik 16 persen dan pada akhir tahun depan di kisaran 14 persen," pungkasnya. (adn) (wdi)
TWITTER »
twit