20 September, Bank Mandiri Siap Tunjuk Underwritter

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Rabu, 25 Agustus 2010 13:57 wib
Bank Mandiri. Foto: Heru Haryono/okezone
Bank Mandiri. Foto: Heru Haryono/okezone
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menuturkan jika pada 20 September seluruh persyaratan right issue bakal terpenuhi.

"Pada 20 September diharapkan semua persyaratan right issue sudah selesai," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini kepada wartawan di sela acara Lebaran Fair 2010 Gelar Karya Kemitraan Bank Mandiri, di JCC Senayan Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Untuk itu, mulai hari ini Bank Mandiri menjelaskan jika pihaknya mulai menyeleksi perusahaan sekuritas yang berminat untuk menjadi penjamin emisi (underwriter) terkait right issue tersebut. "Hari ini sudah mulai dibuka, dan pada 30 Agustus nanti sudah dilakukan prakualifikasi untuk penunjukan underwriter-nya," imbuhnya.

Dia melanjutkan, sehari setelah prakualifikasi atau pada 1 September nanti akan dilakukan pengumuman underwriter-nya. Setelah Lebaran atau pada 20 September diharapkan sudah dapat diumumkan siapa yang ditunjuk sebagai underwriter-nya.

Terkait penunjukkan underwriter asing, lanjutnya, masih dilihat kemungkinannya dan tergantung dari hasil tender offer ini. "Kalau ada kemungkinan underwriter asing sepertinya yang ditunjuk jadi underwriter perusahaan asal Hong Kong, Singapura, ataupun Amerika Serikat, saat ini kita terus berikan informasi bahwa subyeknya tengah dalam persetujuan," tambahnya.

Terkait berapa nilai right issue ini menurutnya masih dilihat berapa kebutuhan dari perseroan. "Sekira USD1,25 miliar-USD1,5 miliar atau sekira Rp13 triliun-Rp14 triliun," pungkasnya.

Saat ini, kepemilikan saham Bank Mandiri sebelum right issue adalah pemerintah sekitar 14 miliar lembar saham atau 66,76 persen, masyarakat sekitar 6,97 miliar lembar saham atau 33,24 persen dan saham yang belum dikeluarkan oleh Persero (portepel) sebesar 11,029 miliar lembar saham.

Sedangkan kepemilikan saham setelah right issue akan menjadi sekira 14 miliar lembar saham atau 60 persen yang dimiliki pemerintah, sekira 9,3 miliar saham 40 persen dimiliki masyarakat dan saham portepel menjadi 8,6 miliar lembar saham. (wdi) (ade)
TWITTER »
twit