Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Target Ekpor Mebel Direvisi Jadi 30%, Asal...

Sandra Karina , Jurnalis-Jum'at, 27 Agustus 2010 |17:14 WIB
Target Ekpor Mebel Direvisi Jadi 30%, Asal...
ilustrasi Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) kembali merevisi target pertumbuhan ekspor mebel dan kerajinan. Ambar pun optimistis target pertumbuhan ekspor sampai akhir 2010 bisa mencapai 30 persen.

Optimisme tersebut didasari dari pencapaian ekspor semester I ini yang sudah menyentuh 28 persen dari target semula yang hanya 20 persen. Namun, hal itu bisa terealisasi asalkan tidak ada lagi kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan penguatan rupiah karena penguatan rupiah membuat eksportir tertekan.

"Dari Rp10.500 per dolar sekarang menjadi Rp8.900 per dolar. Semua tabungan jadi hilang," Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono di Jakarta, Jumat (27/8/2010).

Terkait TDL, Ambar mengatakan, akan memberikan tekanan kepada eksportir karena meningkatkan biaya produksi. "Kita bisa kejar terus pertumbuhan ini asal jangan ada lagi tarif beban puncak dan lainnya," terangnya.

Ambar memaparkan, salah satu strategi yang akan dilakukan oleh Asmindo untuk mendongkrak pertumbuhan ekspor adalah dengan mengembangkan mebel panel untuk pasar Jepang, Australia dan Timur Tengah. Hingga saat ini, kata Ambar, mebel panel tidak didorong untuk dikembangkan, padahal pasarnya sangat besar terutama di Timur Tengah. Selain itu iklim industri mebel jenis ini masih lebih sehat dibanding mebel jenis kayu.

Asmindo mencatat, hingga saat ini, Eropa dan Amerika Serikat (AS) masih menjadi penyerap terbesar produk mebel asal Indonesia. Mulai Januari hingga Juni 2010,  ekspor ke AS mencapai 23,14 persen dari total ekspor, disusul Perancis 15,07 persen, Inggris 11,27 persen, Jepang 10,21 persen, Belanda 6,04  persen, Jerman 5,28  persen, Italia 2,9  persen, Australia 2,32 persen, Spanyol 1,8 persen dan negara lainnya 17,86 persen.(adn)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement