2011, Bank Mandiri Targetkan 15 Remittance di Malaysia

Wilda Asmarini - Okezone
Rabu, 1 September 2010 14:15 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menambah kantor cabang internasional (remittance) di Malaysia menjadi 15 sekira tahun depan. Padahal, rencana penambahan ini semestinya bisa terlaksana pada akhir tahun ini. Tapi karena terkendala persetujuan Bank Sentral Malaysia, penambahan remittance ini pun harus ditunda.

"Sudah ada enam (remittance) di Malaysia, tetapi kita rencanakan tambah lagi.
Itu sudah diajukan sejak beberapa bulan lalu. Diharapkan tahun ini juga (bisa terlaksana), tetapi belum mendapat persetujuan dari Bank Sentral Malaysia. Kita tidak tahu persis alasannya apa," tutur Direktur Utama BMRI Zulkifli Zaini saat ditemui usai menghadiri pelantikan Gubernur BI di Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Menurutnya penambahan remittance di Malaysia ini tidak hanya terletak di ibu kota Kuala Lumpur, tapi juga di daerah lain yang banyak terdapat tenaga kerja Indonesia (TKI). "Memang izin tambahan remittance di Malaysia belum keluar. Kita harapkan tahun ini, tetapi kelihatannya belum dapat," harapnya.

Saat ditanya apakah karena ada pengaruh kondisi Malaysia-RI yang sedang memanas, dia pun mengelaknya. Menurutnya masalah perbankan tidak ada hubungannya dengan masalah perbatasan RI-Malaysia.

"Ini kan bukan masalah perbatasan, kita mesti pisahkan antara perbankan, keuangan, dan yang lainnya," tukasnya.

Sementara terkait pembuatan kantor cabang BMRI di Shanghai, China, dia mengatakan kemungkinan baru bisa terlaksana pada tahun depan. Pasalnya, sempat terkendala masalah kesepakatan notakesepahaman antara regulator RI (BI) dan regulator China (China Banking Regulatory Commision/ CBRC). Namun menurutnya kini masalah tersebut sudah teratasi.

"Semula kita harapkan Desember tahun ini bisa, tetapi ternyata ada masalah MoU itu. Jadi, ditargetkan tahun depan," pungkasnya.

Padahal, pada pertengahan April lalu mantan Direktur BMRI Agus Martowardojo menyatakan BMRI akan segera memperoleh izin untuk naik kelas dari hanya kantor representative menjadi kantor cabang di Shanghai China setelah penandatanganan Mou antara Bank Indonesia dan China Banking Regulatory Commision (CBRC) pada 23 April.

“Kalau BI dan CBRC sudah selesai penandatangannya, kami akan memperoleh izin dari hanya kantor representative menjadi kantor Cabang,” tutur mantan Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo kala itu. (wdi)
TWITTER »
twit