BPS Meleset Prediksi Kenaikan TDL Terhadap Inflasi

Safrezi Fitra - Okezone
Rabu, 1 September 2010 15:34 wib
Logo BPS. Dok BPS
Logo BPS. Dok BPS
JAKARTA - Selain disebabkan kenaikan harga, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) diakui menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap kenaikkan inflasi.

Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga TDL pada Juli 2010 lalu, memang nyatanya berdampak besar terhadap laju pertumbuhan inflasi pada Agustus 2010.

Adapun sebesar 1,59 persen penyumbang terbesar inflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar. Sementara komoditas terbesar yang menyumbangkan kenaikan inflasi paling dominan adalah tarif listrik, yaitu sebesar 0,35 persen.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) telah memprediksi bahwa sumbangan kenaikkan inflasi ini 0,22 persen. Namun kenyataannya, angka tersebut melebihi prediksi yang dibuat oleh BPS.

"Awalnya kami memprediksi andil TDL sebesar 0,22 persen. Tapi setelah mendapat peraturan menteri dan skema perhitungan berdasar konsumen, andil kenaikan TDL yang kami hitung mencapai 0,35 persen," kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Subagyo Dwijosumono, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Kesalahan prediksi yang dilakukan oleh BPS tersebut juga dipengaruhi oleh data yang diterima BPS saat itu masih kurang. Angka bobot kenaikan TDL di masing-masing kota juga berbeda berdasarkan jumlah konsumen pengguna listrik berdasarkan daya yang dipakai.

Berdasarkan perhitungan BPS, daerah yang mengalami tingkat kenaikan TDL terendah adalah Pematang Siantar dengan kenaikan hanya 1,59 persen.

Sedangkan Palu merupakan daerah yang mengalami kenaikan TDL tertinggi sebesar 33,63 persen. Jakarta mengalami kenaikan TDL rata-rata 25,73 persen dan Bandung mengalami kenaikan kenaikan TDL 13,59 persen.

"Persentase kenaikan TDL yang kami hitung juga berbeda dengan yang disampaikan pemerintah. Persentase perubahan harga kenaikan TDL secara nasional rata-rata 15,07 persen bukan 18 persen seperti yang disampaikan pemerintah," tandasnya. (ade)
TWITTER »
twit