Getting time...

"Pembatasan Bank Asing Sulit Dilakukan"

Safrezi Fitra - Okezone
Kamis, 2 September 2010 09:14 wib
Gubernur BI Darmin Nasution. Foto: Koran SI
Gubernur BI Darmin Nasution. Foto: Koran SI
JAKARTA - Semakin banyaknya bank-bank asing dengan kepemilikian mayoritas di Indonesia, membuat lemahnya industri perbankan nasional. Hal ini seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Banyak pihak yang mengusulkan untuk dilakukan pembatasan terhadap bank-bank asing yang masuk ke Indonesia. Namun menurut Darmin, hal ini sangat sulit dilakukan.

"Ya itu tidak bisa dilarang lah, kita kan sudah tanda tangan di WTO bahwa dalam rangka liberalisasi itu, bank asing boleh masuk ke perbankan disini dan boleh mayoritas," jelas Gubernur Bank Indonesia yang baru saja dilantik kemarin, Darmin Nasution saat menggelar buka puasa bersama para insan media usai pelantikannya sebagai Gubernur BI di Gedung BI, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Menurutnya kita tidak bisa mengingkari perjanjian yang sudah kita sepakati dengan lembaga perdagangan dunia tersebut. "Kalau sekali sudah ditandatangani, kita tidak bisa mundur," ujarnya.

Mengenai pelarangan, pembatasan atau membuat undang-undang yang mendiskreditkan bank asing dengan bank nasional adalah pelanggaran kesepakatan yang telah disepakati negara. "Mungkin nanti dicari jalannya ya bukan dilarang, bukan dibatasi juga," ujarnya.

Menurutnya, yang bisa negara kita lakukan untuk menyelesaikan hal tersebut adalah mencari solusi yang berlaku umum. "Tidak bisa kita kemudian membuat aturan untuk bank asing saja," imbuhnya.

Dia melanjutkan jika aturan tersebut tidak diperuntukkan untuk bank-bank asing saja. Namun untuk semua sektor perbankan. Jika kita membuat aturan hanya untuk bank asing saja maka kita akan dituduh melanggar. "Artinya mereka berhak membalas kalau kita bertindak sepihak," jelasnya.

"Itu sudah kesepakatan internasional, jadi kita harus menghormati apa yang sudah ditandatangani oleh negara," tandasnya. (wdi)
  • sapril munandar » 0 Tanggapan
    Susah memang, Indonesia kita ini sudah di jebak oleh perangkap kapitalisme internasional dan parahnya para elit justru tidak ada yang mempunyai niatan keluar dari perangkap tersebut. Lembek......??????
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit