JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa inflasi di tahun ini kecenderungan untuk melampaui target dari yang ditetapkan BI yakni lima plus minus satu persen bisa saja terjadi.
"Tetapi BI mengupayakan dapat mengendalikan inflasi tidak melampaui target yang telah ditetapkan,yakni melalui langkah-langkah seperti menaikkan Giro Wajib Minimum Primer maupun akan berkoordinasi dengan pemerintah," ujar Gubernur BI Darmin Nasution kepada wartawan dalam konferensi persnya usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Selain itu, ia mengungkapkan BI juga akan menggunakan tim pengendali inflasi di tiap daerah. Ia juga masih optimis di tahun ini secara total neraca perdagangan masih akan surplus walaupun tidak sebesar tahun lalu.
Sebelumnya, pada awal Agustus, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi untuk Agustus sebesar 0,76 persen. Dengan demikian, maka inflasi untuk periode Januari-Agustus 2010 mencapai 4,42 persen.
"Inflasi year on year (yoy) adalah 4,53 persen," ungkap Deputi Bidang Statistik BPS Subagyo, kepada wartawan saat konferensi pers, di Gedung BPS, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Sementara inflasi inti pada Agustus tercatat 0,52 persen. Adapun faktor yang berkontribusi tertinggi terhadap inflasi yaitu perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar yang sebesar 1,59 persen dan makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,67 persen.
Inflasi terendah terjadi di Mataram sebesar 0,06 persen, sedangkan yang tertinggi terjadi di Gorontalo 3,75 persen. Sementara itu di sejumlah daerah justru terjadi di Pematang Siantar yang mencatatkan deflasi tertinggi 0,57 persen.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.