ilustrasi. foto: corbis
NEW YORK - Bursa saham Wall Street pada pekan ini menutup kejayaannya, setelah pada Jumat waktu setempat data ekonomi baru-baru ini, termasuk laporan pasar tenaga kerja melampaui perkiraan. Selain itu juga didorong optimisme bahwa perekonomian tidak akan kena resesi lagi.
Indeks S & P 500 bahkan tercatat naik 3,8 persen selama satu minggu ini, dan merupakan yang terbaik setelah sebelumnya sempat bullish ketika pada Selasa lalu Departemen Keuangan AS mencetak utang yang meningkat, dan mencerminkan adanya resesi lagi.
Rata-rata industri Dow Jones melonjak 127,83 poin atau 1,24 persen ke 10.447,93, menandai pergerakannya kembali setelah sempat terpuruk tahun ini. Indeks 500 Standard & Poor's naik 14,41 poin atau 1,32 persen ke 1.104,51, indeks Nasdaq Composite Index naik 33,74 poin atau 1,53 persen ke level 2.233,75.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (4/9/2010), saham-saham yang berada di sektor sensitif terhadap guncangan ekonomi seperti teknologi dan perbankan bahkan memimpin keuntungan minggu ini.
Pada Jumat waktu setempat, sektor Indeks keuangan S & P naik 2,2 persen, di mana saham Goldman Sachs naik hingga 5,4 persen dan berada di posisi USD147,29. Serta saham Janus Capital naik 6,6 persen pada USD10,12.
"Ekuitas harga pasar telah naik berkali lipat dan apa yang Anda lihat adalah bahwa ketakutan terhadap harga saham telah menghilang," kata Kepala Ekonomi di Russell Investasi di Tacoma, Washington, Mike Dueker.
Kendati demikian, data tenaga kerja AS yang dirilis departemen Tenaga Kerja AS tercatat jatuh pada Agustus. Tetapi 54 ribu orang yang kehilangan pekerjaan di sektor non-pertanian ternyata angkanya lebih baik ketimbang perkiraan sebelumnya yang diprediksi sekira 100 ribu.
"Pemulihan akan lambat, tapi setidaknya dapat diandalkan, dan ada yang harus menambahkan beberapa tailwinds (untuk saham) sepanjang tahun ini," kata Dueker. (ade)