JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI/Persero) saat ini sedang melakukan stress test terkait aturan yang baru saja dikeluarkan Bank Indonesia (BI) terkait LDR/GWM untuk mengetahui dampaknya terhadap cost of fund perbankan.
Diharapkan, stress test yang dilakukan BRI dapat segera keluar hasilnya pada Senin mendatang untuk mengetahui dampak pemberlakuan aturan LDR/GWM yang baru ditetapkan BI.
"Kita sedang melakukan stress test baru sore ini (Jumat 3 September), nanti kita lihat hasilnya, Senin akan berpengaruh seperti apa terhadap cost of fund. Tapi saya kira tidak terlalu banyak pengaruhnya," ujar Corporate Secretary BRI Muhammad Ali, di Kantor Pusat BRI, Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Jumat (3/9/2010) malam.
Ali menambahkan, aturan LDR yang baru ditetapkan BI tidaklah memberatkan BRI dan membuat BRI akan menaikkan cost of fund-nya.
Pasalnya, hingga saat ini posisi LDR BRI sudah berada di atas aturan BI yang baru 78-100 persen atau sudah berada di level 85 persen. "Posisi LDR kita sudah 85 persen, sudah di atas aturan BI (78-100 persen)," ujarnya.
Sementara itu terkait aturan GWM yang naik tiga persen menjadi delapan persen, Direktur Utama BRI Sofyan Basyir mengakui hal tersebut akan meningkatkan beban perbankan, namun untuk BRI sendiri dampak pastinya baru akan dilakukan setelah hasil stress test keluar pekan depan.
"Setiap penambahan GWM pasti mempunyai dampak beban, cuma sampai sejauh mana efeknya terhadap keseluruhan akan kita pelajari," jelas Sofyan.
Untuk BRI sendiri, Sofyan meyakini bahwa aturan GWM yang baru ini tidak akan mempengaruhi pengucuran kredit BRI. Pasalnya, saat ini BRI tinggal menyalurkan kredit yang sebelumnya sudah disepakati.
"Kebetulan kita tinggal melakukan drawdown kredit karena tinggal pencairan kredit yang pernah di-booking seperti proyek sawit, jalan tol, dan proyek-proyek lain. Undisbursed loan di BRI besar, kita melakukannya perlahan-lahan," tandasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.