Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) memberangkatkan sebanyak lima ribu ahli bangunan untuk pulang kampung secara gratis ke 72 kota tujuan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Lampung. Kegiatan Mudik Bersama Holcim ini merupakan keenamkalinya diselenggaran.
Dalam acara pelepasan Mudik Bersama Holcim yang berlangsung Minggu, (5/9/2010) di Parkir Timur Senayan, hadir antara lain Gubernur DKI Fauzi Bowo, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, President Director Holcim Indonesia Eamon Ginley, dan Kapolda Metro Jaya Timur Pradopo.
Eamon mengatakan, mudik bersama merupakan kemitraan perusahaan dengan para ahli bangunan, dan menjalin hubungan industrial yang baik. “Moto kami Membangun Bersama. Jadi, hubungan ini akan memberikan nilai tambah bagi konsumen,” ujar pria berkebangsaan Selandia Baru tersebut.
Menurut Corporate Communications Manager Holcim Budi Primawan, pihaknya menyediakan 166 bus untuk melayani 5.000 ahli bangunan, di mana 2/3 orang akan pulang kampung menuju Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Dan untuk pertama kalinya kami mengadakan acara mudik ke Lampung. Titik terjauh di timur adalah Surabaya,” ucapnya.
Budi melanjutkan, Holcim juga mengadakan asuransi untuk mengcover peserta yang akan kembali ke kampung halamannya. Tidak hanya itu, untuk menjamin keselamatan selama perjalanan, setiap bus akan menyediakan dua orang supir dengan masa kerja enam jam per orang. “Dan seperti tahun- tahun sebelumnya, kita concern terhadap zero accident,” ujar Budi.
Sementara itu, Menakertrans Muhaimin menyambut positif kegiatan mudik bersama yang dilakukan Holcim. Menurut Cak Imin-panggilan Muhaimin-acara tersebut patut dijadikan contoh oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia. “Acara mudik bersama dapat mengembangkan budaya industrial yang baik sehingga memajukan perusahaan,” katanya.
Hal senada juga diutarakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Fauzi mengharapkan para ahli bangunan dapat kembali bertemu keluarganya dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah. Fauzi juga meminta kepada peserta mudik untuk tidak mudah membawa sanak saudaranya setelah kembali dari kampungnya. “Tahun ini penduduk Jakarta sudah 25 juta jiwa. Jadi kita berharap mudik tidak membawa warga baru kemari. Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi hanya untuk mereka yang punya keahlian,” pesan Fauzi. (css)