ilustrasi. foto: Koran SI
JAKARTA - Produsen tunggal bahan baku pembuat deterjen (alkybenzene/AB) PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) mulai melirik pasar properti. Hal ini dibuktikan perseroan dengan telah terbangunnya apartemen di daerah sekitar jalan Gatot Subroto.
"Kenapa kita bisa merambah properti, karena kita memiliki sebidang atanh di daerah Gatot Subroto. Pihak manajemen beranggapan jika tanah tersebut tidak dimanfaatkan maka sayang sebab berada di lingkungan strategis," ujar Presiden Direktur UNIC Yani Alifen kepada wartawan dalam paparan publiknya di Galeri BEI, Jakarta, Senin (6/9/2010) malam.
Menurutnya saat ini di daerah tersebut telah terbangun apartemen. Sayangnya ia tidak mau mengatakan berapa nilai pembangunan dari apartemen tersebut. Rencananya perseroan juga akan membangun sebuah office tower tepat di depan apartemen tersebut.
"Kita juga masih belum tahu seberapa jauh apartemen yang telah terbangun akan berkontribusi terhadap pendapatan. Karena hal tersebut dapat dilihat seberapa jauh kontribusinya terhadap pendapatan apabila office tower telah terbangun," jelasnya.
Mengenai pembangunan apartemen, perseroan masih belum tahu akan dibangun kapan, karena pihaknya sedang menunggu timing yang tepat. Jadi sangat tergantung pada timing-nya. "Agar bisa berkontribusi semaksimal mungkin," ujarnya.
Ia mengungkapkan office tower tersebut akan dibangun dengan luas sekitar 96 ribu m2 dengan perkiraan dana sekira USD150 juta.
Adapun untuk modal pembayarannya, menurutnya, bisa digunakan dari dana internal kas perseroan dan bisa juga dari presales (penjualan dimuka). "Mudah-mudahan office tower tersebut dapat mulai dibangun di awal tahun depan," tambahnya.
Sampai dengan akhir tahun ini, lanjutnya, perseroan menargetkan dapat meningkatkan penjualan 5-6 persen dibandingkan total penjualan di akhir 2009 sekira USD281,7 juta.
Sampai dengan semester I-2010 penjualan kami telah mencapai USD173 juta. Jadi kira-kira kami dapat capai angka USD300 juta di akhir tahun ini. "Adapun untuk total produksi kami memperkirakan dapat capai sekra 100-120 ribu metrik ton," pungkasnya. (ade)