Getting time...

Perbaiki Ekonomi, Obama Ajukan Investasi Infrastruktur

Rabu, 8 September 2010 09:11 wib
Presiden AS Obama. Foto: Corbis
Presiden AS Obama. Foto: Corbis
MILWAUKEE - Amerika Serikat (AS) terus berupaya memperbaiki perekonomian dengan mengajukan rencana investasi pembangunan infrastruktur senilai USD50 miliar dalam lima tahun ke depan.

Ini merupakan kebijakan ekonomi yang kesekian kalinya dilakukan Presiden AS Barak Obama semasa krisis setelah sehari sebelumnya mengumumkan paket kredit pajak bagi riset perusahaan senilai USD100 miliar (bukan USD100 juta seperti diberitakan sebelumnya) untuk 10 tahun ke depan.

“Kami akan membangun 150 ribu mil jalan dan akan membuat 4.000 mil jalur kereta api yang menghubungkan dari pantai ke pantai,” ujar Obama di hadapan pekerja yang merayakan Hari Buruh di Milwaukee Senin (6/9) waktu setempat, seperti dilansir dari reuters.

Dia menambahkan, pihaknya akan bekerja dengan Kongres untuk memastikan rencana tersebut dilakukan berjalan sesuai dengan harapan.

Menurut Obama, usahanya untuk membangun kembali perekonomian sekaligus sebagai cara membangkitkan kepercayaan diri setelah mendapat kecaman dari oposisi yang sebelumnya mendominasi agenda Washington untuk waktu yang sangat lama.

Rencana infrastruktur tersebut merupakan salah satu dari sejumlah inisiatif Obama yang secara resmi baru akan diumumkan pekan ini meski dikritik golongan oposisi, Partai Republik.

Sejumlah analis memprediksi, Republik akan menjadi sandungan Obama pada pemilihan anggota Kongres 2 November mendatang. Pejabat Gedung Putih menyatakan, akan mengajukan proposal tersebut pada hari Rabu 8 September di Cleveland waktu setempat.

Tempat ini dipilih karena merupakan basis perebutan pengaruh antara Partai Demokrat yang kini berkuasa dengan Partai Republik. Proposal ekonomi itu di dalamnya mencakup rencana investasi baru dan segala perangkatnya yang berlaku hingga 2011.

“Dalam rencana tersebut akan ada pemotongan pajak bisnis sekira USD200 miliar dalam dua tahun,” ujar pejabat tersebut.

Pemerintah AS berharap, kebijakan tersebut bisa mengikis kekhawatiran pelaku usaha. Namun demikian, Obama kini dalam tekanan karena tingkat pengangguran di Paman Sam masih berada di level 9,6 persen.

Rencana lain yang diajukan Obama adalah memodernisasi sistem kontrol lalu lintas udara dan memperbaiki infrastruktur perbankan serta investasi pemerintah daerah dan pusat.

Sejumlah ekonom juga skeptis terhadap rencana ekonomi tersebut karena dianggap tidak akan mampu mengubah kinerja perekonomian dalam waktu cepat.

Namun, hal itu tidak membuat pemerintah mundur karena menurut Gedung Putih, paket ekonomi miliaran dolar itu bukan termasuk stimulus tapi merupakan tambahan untuk menggenjot pasar tenaga kerja. Gedung Putih mengklaim dana yang digelontorkan untuk program ekonomi terbaru itu tidak akan menambah defisit anggaran.

Yang perlu digarisbawahi, ujar Gedung Putih, Obama bersedia menutup beberapa celah pajak untuk perusahaan minyak dan gas besar yang saat ini mendapatkan subsidi dari pembayar pajak.

Pimpinan Senat Republik Mitch McConnell mengatakan, rencana Obama sebagai “tagihan stimulus baru pada menit-menit terakhir”.

Hal senada juga dikatakan Pemimpin Republik di DPR John Boehner yang menyatakan bahwa pihaknya tidak memerlukan stimulus belanja lebih banyak. “Kita perlu mengakhiri kesenangan pengeluaran Demokrat di Washington yang sudah di luar kontrol,” kata Boehner.

Gandeng Perusahaan Besar

Proyek ekonomi terbaru Obama dipastikan akan melibatkan sejumlah perusahaan dalam negeri di AS mulai dari penyedia jasa infrastruktur, alat berat, dan keuangan.

Di antara perusahaan multinasional yang disebut-sebut turut mendukung program Obama adalah produsen alat berat Caterpillar Inc, perusahaan permesinan Parson Corp, dan konglomerasi General Electric Co.

Pejabat pemerintah AS menyatakan, secara substansial program ekonomi Obama dalam beberapa tahun ke depan akan menciptakan tenaga kerja sebanyak 35.000 orang untuk setiap USD1 miliar investasi di sektor konstruksi.

Namun, rencana Obama itu mendapatkan kritik dari Direktur Pertumbuhan Perkotaan pada perusahaan riset Reason Foundation Samuel Staley yang mengatakan bahwa cara terbaik untuk menghabiskan uang secara efisien adalah dengan menyediakan bank yang memberikan dana pinjaman bergulir untuk proyek-proyek baru.

”Dengan program stimulus USD800 miliar, mereka benarbenar hanya membuang uang ke dalam perekonomian,” katanya seperti dikutip Washington Post. (yanto kusdiantono) (Koran SI/Koran SI/ade)
  • Aku » 0 Tanggapan
    daripada buang uang ke perang?? dasar Partai republik gila sama kaya DPR di Indonesia (USELESSSSSSS)
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit