Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Foto: Koran SI
JAKARTA - Kementerian BUMN menyerahkan sepenuhnya kepada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk melakukan negosiasi kepada pihak PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terkait rencana merger antara produk CDMA TLKM, Flexi dengan produk CDMA BTEL, Esia.
"Kita meminta mereka melanjutkan negosiasi dan pembicaraan, sepanjang masih win-win ya silakan saja," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/9/2010).
Tetapi dirinya juga mmepersilahkan jika Telkom melihat kerja sama tersebut dianggap tidak menguntungkan dan pihak manajemen direksi Telkom ingin mengubah strategi.
"Tetapi kalau mereka melihat ada salah satu pihak yang kurang bisa mendapat manfaat dan mereka mau mengubah strategi, ya silakan," tambahnya.
Dia menambahkan, pada intinya, pihaknya tidak memberikan arahan, tapi ini sebagai aksi korporasi kepada Telkom untuk menentukan sendiri.
Sebelumnya, pihak manajemen TLKM mengakui saat ini masih terus melanjutkan proses kajian terkait rencana konsolidasi anak usaha, Telkom Flexi, dengan Esia produk CDMA milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
"Kami masih terus memproses segala macam masukan untuk kajian yang masih berjalan hingga saat ini," ujar Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah kepada wartawan di sela acara Mudik Asik Telkom Grup dan Telkomsel di Parkir Timur Senayan Jakarta, belum lama ini.
Dirinya melihat secara komersial rencana konsolidasi ini masih komersial untuk terus dilakukan penjajakan. Prinsipnya secara komersial layak ya akan kita jalankan, dan juga sebaliknya. "Namun kita masih terus menunggu kajian," tambahnya.
Menurutnya ada beberapa hal yang diperhatikan dalam konsolidasi ini. Pertama adalah prospek perusahaan yang dijajaki perseroan untuk diajak berkonsolidasi dan yang kedua adalah laba dan kemampuan finansial perusahaan tersebut.
"Ini patut dicatat, kita tidak melakukan akuisisi tetapi konsolidasi. Dan kita tidak keluar dana sepeser pun untuk rencana ini. Dan jenis mergernya bisa bermacam-macam," katanya. (ade)