Image

Buka Usaha Distro Omzetnya Rp40 Juta/Bulan

\Buka Usaha Distro Omzetnya Rp40 Juta/Bulan\
foto: Ade/okezone.com

Istilah distribution store (Distro) mungkin kini sudah tidak asing lagi di telinga Anda, khususnya di kalangan remaja. Banyak remaja kini cenderung memilih distro sebagai tempat mereka berwisata belanja pakaian, ketimbang di sejumlah toko-toko retail besar kenamaan di negeri ini.

Terlebih ciri khasnya yang memiliki edisi model dan jumlah kaos terbatas (limited-edition), maka kaos maupun produk distro lainnya makin digemari para muda-mudi.

Namun, kini bisa dikatakan harga kaos-kaos distro memang sudah kompetitif dan tidak lagi semurah saat di awal distro ada. Makin banyaknya pebisnis distro ini disinyalir sebagai alasan harga-harga maupun varian produk distro kini makin meningkat.

Apalagi bahan-bahan kaos buatan garmen lokal kini juga makin tinggi akibat makin banyaknya bahan kain impor China, serta kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Merasa harga kaos distro semakin tinggi, seorang lelaki bernama Mohammad Affandi (26) merasa penasaran dan tergerak ingin mencari tahu mengapa harga kaos saja bisa semahal itu.

Dia yang pada saat itu bekerja di sebuah distro cukup ternama di Bandung mulai memperhatikan dan tidak malu bertanya kepada rekanannya di sana bagaimana proses pembuatan kaos tersebut. Setelah mengetahuinya, dia pun tergerak ingin mempunyai usaha sendiri.

"Awalnya saya bekerja di sebuah distro di Bandung. Saya melihat kok harga-harga kaos makin mahal saja ya, saya pun jadi tergerak untuk mencari tahu bagaimana prosesnya dan apa benar harga aslinya juga semahal itu. Saya pun bertanya kepada teman saya yang berpengalaman di sana, lama-lama jadi tahu. Dari situ lah saya ingin bergerak punya usaha sendiri," tutur lelaki yang mengaku tidak menamatkan kuliahnya di jurusan desain grafis, kepada okezone, belum lama ini.

Namun, bukan usaha distro lah yang dipilihnya sebagai lahan usahanya, melainkan usaha bagian produksinya yaitu sablonan. Meski usaha sablon, dia tetap memilih sablon khusus pakaian distro yang diproduksinya, bukan sablon spanduk, kaos olahraga, jaket, atau pun kaos-kaos pesanan partai politik.

"Saya memutuskan untuk membuka usaha sablonan ini karena saya hobi mendesain yang sangat erat hubungannya dengan proses sablon dan harus detail. Selain itu, modal usahanya minimalis, kerjaannya juga santai, tapi tetap menguntungkan," ujarnya.

Mula buka usahanya itu, dia mengaku mengeluarkan modal awal Rp15 juta. Itu pun hanya untuk membeli peralatan sablon seperti cetakan sablon, 400 papan tempat kaos yang akan dicetak, meja sablon, dan perlengkapan lainnya. Sementara untuk kain atau bahan kaos, menurutnya itu sudah masuk ke bagian produksi, sehingga modal untuk bahan dimasukkan ke dalam biaya pemesanan pelanggan.

"Modal awal tersebut saya peroleh dari hasil tabungan saya bekerja di distro sebelumnya dan juga hasil pekerjaan saya yang pernah menjadi agen penyalur pesanan dari pelanggan ke orang-orang sablonan," ungkap pebisnis sablon sejak dua tahun lalu itu.

Meski modal awal yang dikeluarkan cukup besar, menurutnya itu berlaku dan bermanfaat untuk jangka panjang. Buktinya, katanya, sampai saat ini dia masih menggunakan peralatan yang dia beli di awal tersebut.

Bahkan, dia mengatakan sejak setahun lalu dia sudah menambah satu mesin press (mesin cetak) seharga Rp14 juta. Sebelum memiliki mesin cetak tersebut, dia mengaku menitipkan ke sablonan lain yang memiliki mesin cetak tersebut.

"Sebenarnya dua sampai tiga bulan mula bisnis, itu (mesin press) sudah bisa dibeli, tapi masih ada kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting lainnya," tukasnya.

Dia mengatakan, dari usahanya itu dia bisa memperoleh omzet Rp40 juta per bulan dengan laba sekira 25 persennya atau sekira Rp10 juta. Penghasilan tersebut berasal dari pemesanan sekira 2.000 lembar (pieces) kaos tiap bulannya. Tapi bila pemesanan sedang ramai, khususnya saat jelang Ramadhan, libur sekolah, dan akhir tahun, maka produksi bisa mencapai 6.000 kaos.

"Bila Ramadan, omzet bisa naik tiga kali lipat dan laba bisa mencapai Rp40 juta. Itu dari pemesanan 6.000 pieces (full order)," ungkapnya.

Meski berlokasi di Bandung, tapi menurutnya banyak pemesanan justru datang dari luar Bandung, yakni dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Alasannya, karena distro-distro di Bandung biasanya sudah memiliki usaha produksi atau sablonan sendiri.

Kini, usaha sablonan itu telah mempekerjakan 15 orang, bertambah dari awal usaha yang hanya memiliki delapan orang karyawan.

Untuk mengembangkan bisnis sablonannya itu, menurutnya tidak terlepas dari prinsip kepercayaannya kepada pelanggan. Selain itu, jujur, tepat waktu, dan tetap menjaga kualitas produk harus tetap dikedepankan.

"Kita harus menjaga kualitas dan memberikan excellent service (servis terbaik) kepada pelanggan, dan tentunya saling percaya," imbuhnya.

Kendati demikian, bukan berarti usahanya itu tidak mengalami satu pun kendala. Kendala, menurutnya pasti ada, seperti dalam mencari bahan.

Karena menurutnya di pabrik itu belum tentu selalu tersedia stok warna bahan yang dia butuhkan. Solusinya, dia harus bisa mengakali mencari jenis warna bahan yang tidak begitu jauh dari tipe warna yang dia butuhkan. 

"Kalau dari pembayaran pemesanan, Alhamdulillah tidak pernah (ada kendala). Karena di antara kami juga ada kesepakatan akan adanya sistem pembayaran mundur.

Misalnya, produksi selesai 1 Agustus, maka pelunasannya bisa satu bulan setelah itu," tuturnya.

Produksi Desain Sendiri

Selain menerima desain orang lain dan memproduksinya, ternyata usaha sablonan Affandi ini juga memproduksi kaos merek dan desainnya sendiri. Ilmu yang diperolehnya sewaktu masa kuliah di jurusan desain grafis ternyata tidak disia-siakannya. Dia pun memiliki dua merk desainnya, yaitu Mellow dan Littlecake.

"Kalau produksi merk kaos sendiri sih tidak banyak, proporsinya paling hanya sekitar 20 persen dari total produksi. Itu juga kalau ada sisa-sisa bahan kaos yang sudah tidak terpakai lagi," ujarnya.

Menurutnya, dari bahan sisa pemesanan pelanggannya itu bisa dia manfaatkan untuk mengolahnya lagi menjadi kaos mereknya itu. Dia pun menjual seharga Rp80 ribu untuk kaos hasil desainnya itu. "Itu dijual Rp80 ribu, tapi kan limited edition (edisi terbatas)," tukasnya.

Ternyata kaos desainnya itu juga banyak peminatnya. Meski dia hanya mempromosikannya dari mulut ke mulut atau dari internet, seperti facebook, ternyata animo teman-temannya cukup baik. Dia pun banyak memperoleh pesanan kaos desainnya itu. "Ya, lumayan juga ternyata peminatnya," imbuhnya.

Selain diproduksi menjadi kaos desain sendiri, ternyata sisa-sisa bahan produksi itu juga masih bernilai ekonomis. Pasalnya, sisa-sisa bahan menurutnya terkadang juga dibeli penadah kain bekas yang biasa mereka olah lagi menjadi jok kursi dan sebagainya. Sisa kain bekas itu bisa dihargai Rp8 ribu per kg.

"Lumayan juga hasilnya, yang tadinya cuma kain bekas dan tidak bisa diapa-apakan lagi, ternyata masih bisa menghasilkan uang lagi," pungkasnya.

(ade)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.