JAKARTA - Kementerian BUMN mendukung usulan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk meminta anggaran dana Rp1 triliun per tahun guna penyehatan dan perbaikan performa BUMN.
Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, pihaknya akan membantu melobi ke Kementerian Keuangan terkait usulan PPA tersebut.
"Kami bantu memperjuangkan kepada Kementerian Keuangan untuk meminta dana Rp1 triliun lagi, karena ada beberapa perusahaan memerlukan penyehatan oleh PPA, termasuk Balai Pustaka, revitalisasi BUMN di Lhokseumawe (Aceh). Untuk itu butuh tambahan dana," tuturnya, di Jakarta, Rabu (15/9/2010).
Menurutnya, pihaknya sudah mengirimkan surat pengajuan usulan anggaran ini kepada Kementerian Keuangan. Dari pihak PPA, menurutnya juga menyampaikannya langsung kepada Kemenkeu. Dia pun berharap usulan ini dapat segera terealisasi.
"Surat sudah kami kirim. Saya kira Kemenkeu juga sudah sounding (mendengarkan penjelasan) sendiri dengan PPA. Kami mendukung supaya ini cepat terlaksana," tandasnya.
Sekadar mengingatkan, beberapa waktu lalu Direktur Utama PPA Boyke Mukizat menuturkan perseroan membutuhkan dana setidaknya Rp1 triliun per tahun untuk menyehatkan BUMN yang masuk dalam penanganan PPA.
Adapun dana untuk modal kerja PPA saat ini mencapai Rp2,5 triliun dari APBN. Dari jumlah tersebut, hingga kuartal I 2010 sudah terserap sekira Rp1 triliun.
Sedangkan BUMN yang termasuk dalam pengelolaan perseroan terdiri dari 18 BUMN, seperti PT Merpati Nusantara Airlines, PT Pal Indonesia, PT Waskita Karya, PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PT Djakarta Lloyd, dan lain-lain.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.