Getting time...

Pemerintah Didesak Percepat Konversi Pembangkit Listrik

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Selasa, 28 September 2010 13:49 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - Pemerintah dinilai harus mempercepat konversi pembangkit listrik diesel menjadi batubara agar tidak selalu terbebani dengan biaya produksi listrik yang bermesin diesel dimana asumsi yang digunakan adalah harga minyak dunia.

"Pemerintah harus melakukan limitisasi (pembatasan) terhadap pembangkit yang bermesin diesel dan melakukan percepatan konversi diesel kepada batubara. Karena harga minyak dunia terus naik," ujar Vice President (Co-CEO) PT Indika Energy Tbk Wishnu Wardana kepada wartawan saat ditemui di acara Exploring Investment Outlook In Indonesia 2009-2014 " Challenges and Opportunies in Portfolio and Direct Investments"  yang diselenggarakan oleh Deloitte di JW Marriott, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Selain itu janji pemerintah untuk meningkatkan anggaran infrastruktur lebih dari 20 persen menjadi Rp 126 triliun di tahun depan dari anggaran pembangunan infrastruktur di tahun ini sebesar Rp108 triliun disambut positif oleh Wishnu.

Menurutnya, jika permasalahan infrastruktur ini berhasil dibenahi oleh masyarakat maka tujuan pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional akan jauh lebih mudah tercapai.

"Karena tahun lalu industri batubara kita merupakan eksportir batubara berkalori rendah terbesar. Lahan agrikultur juga besar dengan sektornya yang meningkat, dengan jumlah produksi CPO kita berhasil mencatatkan jumlah tertinggi. Ini modal dasar untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Namun akan sangat terbatas kalau infrastruktur tidak mendukung," jelasnya.

Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty mengatakan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan pengusaha Public Private Partnership (PPP) untuk membenahi infrastruktur ini. Dan di 2011 anggaran pembangunan infrastruktur ditambah dari Rp108 triliun di 2010 menjadi Rp126 triliun di tahun depan. (rhs)
TWITTER »
twit