Logo Moodys. Foto: Topnews
MADRID - Lembaga pemeringkat internasional Moody’s kemarin memangkas peringkat utang Spanyol dari Aaa menjadi Aa1.
Langkah Moody’s tersebut menjadi pukulan telak bagi pemerintah Spanyol yang tengah melakukan pengetatan anggaran. Penurunan peringkat tersebut berarti Spanyol kini harus membayar lebih mahal untuk memperoleh utang dari pasar finansial global. Hal itu juga menjadi peringatan keras bagi Negeri Matador itu untuk berupaya lebih keras dalam meyakinkan pasar internasional bahwa mereka sungguh-sungguh dalam upaya memangkas belanja, mereformasi pasar tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Satu faktor kunci yang menjadi dasar keputusan Moody’s menurunkan peringkat Spanyol adalah lemahnya prospek pertumbuhan serta tantangan yang ditimbulkannya bagi konsolidasi fiskal,”ujar Analis Utama Moody’s untuk Spanyol Kathrin Muehlbronner seperti dikutip dari AFP.
Saat ini, ketakutan pasar yang lebih besar menyusul keputusan Moody’s tersebut adalah pemangkasan lebih lanjut, hingga dua notchlagi,pada peringkat utang negara tersebut.Namun,Moody’s menyatakan bahwa rencana anggaran belanja yang amat ketat yang diajukan pemerintah Spanyol untuk tahun 2011 cukup meyakinkan lembaga pemeringkat itu untuk hanya memangkas ke level Aa1.
Sehari sebelumnya, serikat pekerja di Spanyol menyerukan aksi mogok masal guna memprotes kebijakan pemerintah yang justru diinginkan oleh Moody’s,yakni reformasi bidang ketenagakerjaan yang lebih tegas dan pemangkasan belanja pemerintah.
Ribuan orang turun ke jalan mengikuti seruan tersebut, mengekspresikan penolakan mereka atas kebijakan yang diambil pemerintah guna menekan tingkat pengangguran yang kini mencapai 20 persen serta memulihkan perekonomian tersebut. Perekonomian Spanyol,seperti kebanyakan negara-negara Eropa lainnya, selama beberapa tahun ke depan diperkirakan masih menghadapi kondisi perekonomian yang suram.
Bahkan, pertumbuhan ekonomi negara itu diperkirakan hanya mencapai satu persen per tahun, di bawah rata-rata negara Uni Eropa lainnya.
Moody’s menjadi lembaga pemeringkat ketiga yang memangkas peringkatnya untuk Spanyol setelah Fitch dan Standard and Poor’s. (M Faisal/Koran SI/wdi)