Ilustrasi
SINGAPURA - Harga minyak kembali naik hingga berada ke atas USD80 per barel pada perdagangan Jumat (1/10/2010) di Asia. Hal ini karena pelaku pasar optimis recovery ekonomi AS berjalan baik.
Benchmark minyak untuk pengiriman November naik 34 sen menjadi USD80,31 per barel pada tengah hari waktu Singapura di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Sementara untuk kontrak jangka panjang, juga naik USD2,11 untuk dan berada di level USD79,97 pada hari Kamis waktu AS.
Investor yang biasa bermain di minyak tampaknya yakin ekonomi di AS akan tumbuh, di mana positifnya data pengangguran dan aktivitas manufaktur menjadi tanda dari berjalannya perbaikan ekonomi tersebut.
Pemerintah AS juga meningkatkan estimasi kuartal kedua atas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,7 persen sebelumnya dari 1,6 persen.
Di samping itu, Energy Information Administration juga mengumumkan jika telah terjadi penurunan persediaan minyak mentah sebanyak 500 ribu barel pada pekan lalu. Ini juga tampaknya men dorong optimisme investor.
"Harga minyak kembali melambung akibat dukungan dari EIA. Kami masih melihat level USD80 per barel merupakan level yang tinggi, dan bisa bisa bertahan di kuartal empat mendatang," ujar Ritterbusch and Associates dalam laporannya seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (1/10/2010).
Pada perdagangan Nymex lainnya, untuk kontrak November harga minyak naik 0,32 persen menjadi USD2,271 per galon dan bensin naik 0,49 persen menjadi USD2,032 per galon. Harga gas alam turun 3,1 sen menjadi USD3,861 per 1.000 kaki kubik. Di bursa ICE Futures, London, minyak mentah Brent naik 34 sen menjadi USD82,65 per barel. (wdi)