Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bapepam: Kami Telah Panggil Dirut RINA!

Rheza Andhika Pamungkas , Jurnalis-Jum'at, 01 Oktober 2010 |15:50 WIB
Bapepam: Kami Telah Panggil Dirut RINA!
Kantor Bapepam. Foto: okezone
A
A
A

JAKARTA - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengakui telah memanggil Direktur Utama PT Katarina Utama Tbk (RINA) Fazli bin Zainal Abidin untuk menjelaskan dugaan penggelapan dana hasil penawaran perdana saham (initial public offering/IPO).

"Kemarin sudah dipanggil, tetapi belum datang karena masih berada di luar negeri. Tetapi kita akan panggil lagi nanti, tetapi tidak ada batasan waktu, kapan akan memanggilnya, nunggu dia datang dulu," ujar Kepala Biro Sektor Jasa Bapepam-LK Noor Rahman, saat ditemui wartawan di Gedung Bapepam-LK Jakarta, Jumat (1/10/2010).

Menurutnya, jika dalam beberapa kali pemanggilan Dirut RINA masih tidak mau, maka dirinya akan melaporkan kepada Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany dan diberikan surat melalui Kepala Biro Penyelidikan dan Pemeriksaan Bapepam-LK Sardjito untuk melanjutkan pemeriksaan.

"Dan jika sudah sampai, maka kita memiliki pasal 109 undang-undang pasar modal Indonesia jika kita merasa yang bersangkutan tidak bersikap kooperatif atau mengganggu pemeriksaan maka dapat kita paksa atau dikenakan pidana satu tahun," timpal Sardjito.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga sebenarnya telah memanggil direksi RINA sebelum libur Lebaran. Namun saat itu Direktur Utama RINA yang dianggap memegang kendali perusahaan, tidak kunjung hadir lantaran masih berada di luar negeri.

Oleh sebab itu, dalam pertemuan kemarin yang sebenarnya dihadiri direksi RINA minus Dirutnya tersebut BEI masih belum puas dengan apa yang disampaikan direksi RINA tersebut.

Seperti diketahui, RINA diduga menyelewengkan dana IPO sebesar Rp28,971 miliar dari total perolehan IPO sebesar Rp33,6 miliar. Sedangkan realisasi dana IPO diperkirakan hanya sebesar Rp4,629 miliar.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari realisasi yang dilaporkan manajemen RINA kepada BEI per 20 Agustus 2010 sebesar Rp30,423 miliar. RINA mencatatkan 210 juta saham baru ke BEI melalui proses IPO pada 14 Juli 2009. Harga per sahamnya Rp160 per saham atau totalnya senilai Rp33,600 miliar.

Biaya emisi IPO dianggarkan sebesar 7,85 persen atau sebesar Rp2,637 miliar. Artinya dana IPO yang diperoleh perseroan setelah dikurangi biaya IPO sebesar Rp30,962 miliar.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement