>

Perencanaan K/L Tidak Baik, Penyerapan Anggaran Rendah

|

Safrezi Fitra - Okezone

ilustrasi

Perencanaan K/L Tidak Baik, Penyerapan Anggaran Rendah
JAKARTA - Penyerapan belanja APBN 2010 lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya penyerapan tersebut, salah satunya adalah tidak optimalnya perencanaan Kementerian Lembaga (K/L).

Hal tersebut dikatakan oleh Plt Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal, Askolani dalam jumpa persnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (8/10/2010).

Menurutnya, masih kurangnya penyerapan APBN ini disebabkan oleh tiga hal. "Kenapa penyerapan belanja belum optimal? Kami mencatat tiga hal," ujarnya.


Hal pertama dia menyoroti masalah kementerian lembaga (K/L).  Banyak hambatan yang dialami oleh K/L, dari tubuh institusinya yang membuat program penyerapan anggarannya menjadi kurang optimal, dan terkesan mundur pelaksanaannya.

"Dari sisi kementerian lembaga, pada awalnya masih mengalami kesulitan, pergantian pengurus, kurang pemahaman mengenai perpres 80 dan hambatan lainnya,” ujarnya.

Hal kedua yang menjadi hambatan bagi penyerapan anggaran adalah dari proses perencanaan K/L yang kurang matang. Perencanaan terhadap penyerapan anggran ini menurut Askolani dapat menyebabkan terjadinya revisi dari anggaran K/L yang telah ditetapkan.

Dia mencontohkan dalam pengadaan barang dan jasa. "Pengadaan barang dan jasa itu bisa sekaligus, itu KL tidak tahu, itu harus satu- satu," jelasnya.

Selain itu proses banding dari tender yang sudah ditentukan pemenangnya. "Misalkan sudah ada yang ditetapkan sebagai pemenang tender, namun masih ada yang mengajukan banding." Hal ini menurutnya malah semakin memperlambat proses penyerapan anggaran, karena harus ditunda sampai proses banding tersebut selesai.

Kemudian hal ketiga adalah mengenai revisi anggaran dari setiap K/L. Proses revisi ini menurutnya lebih banyak pada masalah keuangan. "Kenapa sebagian anggaran masih diminta, misalnya dokumen belum lengkap, itu yang jadi masalah pokok, sampai sekarang masih dibintangi," jelasnya.

Ketiga hal tersebut menjadi permasalahan dari lambatnya penyerapan anggara, namun dikatakan olehnya, sebenarnya masih terdapat satu masalah lagi dalam hal ini. Yaitu permasalahan cuaca yang membuat beberapa program penyerapan anggaran menjadi tertunda pelaksanaannya.(adn) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    20 Perusahaan yang Disegani