>

Mekanisme Pasar

|

-

Logo BEI. Foto: okezone.com

Mekanisme Pasar
Pada prinsipnya mekanisme pasar diartikan bahwa harga bergerak bebas sesuai hukum permintaan dan penawaran (supply and demand). Jika suplai lebih besar dari demand, maka harga akan cenderung rendah. Begitupun jika demand lebih tinggi sementara suplai terbatas, maka harga akan cenderung mengalami peningkatan.

Di atas kertas, hukum pasar tersebut begitu valid. Akan tetapi, dalam implementasi sehari-hari kita tidak pernah tahu secara pasti apakah harga yang terbentuk di pasar memang berjalan sesuai dengan mekanisme pasar yang wajar, tidak ada unsur intervensi, tidak ada unsur permainan oleh sekelompok kekuatan tertentu yang membentuk kartel dan sebagainya.

Pertanyaan apakah terbentuknya harga di pasar benar-benar berdasarkan mekanisme pasar sering muncul dalam kegiatan perdagangan saham di pasar modal.

Fakta menunjukkan ada cukup banyak saham yang diperdagangkan dengan perubahan harga yang cukup wajar. Wajar disini berarti fluktuasi harga yang terjadi berlangsung secara normal, tidak ekstrem.

Tapi fakta juga sering memperlihatkan ada saja saham-saham yang harganya bergerak secara ekstrem, naik secara mencolok atau turun secara drastis. Atau, kadang-kadang naik secara wajar tetapi tiba-tiba kenaikannya berlangsung secara mencolok.

Memahami mekanisme pasar pada aktifitas jual beli saham di pasar modal bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan kejelian dan kepekaan tinggi untuk melihat mana saham yang memang bergerak berdasarkan mekanisme pasar dan mana saham yang bergerak di luar mekanisme pasar.

Disebut bergerak di luar mekanisme pasar karena fakta menunjukkan memang ada saham-saham tertentu yang pergerakannya dikendalikan oleh satu kekuatan tertentu meskipun hal itu sulit dibuktikan.

Kejelian dan kepekaan tadi dibutuhkan untuk mendeteksi ada tidaknya aktifitas kekuatan tertentu yang ikut dalam pergerakan saham tersebut. Kekuatan ini sengaja aktif memainkan saham dengan tujuan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

Kekuatan ini dapat terdiri dari satu pihak, tapi bisa juga terdiri dari beberapa pihak yang sepakat bekerjasama memainkan pasar untuk mendapatkan keuntungan.

Bagi investor ritel terutama pendatang baru bekerjanya kekuatan ini harus diwaspadai agar terhindar dari arus permainan mereka. Karena itu jangan mudah terlena dengan saham-saham tertentu yang tiba-tiba aktif ditransaksikan. Jangan mudah terkesima dengan kenaikan harga yang meledak-ledak.

Fakta di pasar memang seringkali menunjukkan ada beberapa saham yang mencatat kenaikan harga sangat pesat tanpa didukung oleh informasi yang memadai.

Kenaikan harga dapat mencapai di atas 50 persen bahkan sampai melebihi 100 persen hanya dalam waktu beberapa hari, kurang dari satu bulan. Kenaikan harga 50-100 persen dalam tempo kurang dari satu bulan, tentu merupakan keuntungan yang menawan dan menggiurkan. Investasi di mana yang menghasilkan return sebesar itu dalam sebulan? Nyaris tidak ada.

Saham seperti inilah yang harus diwaspadai oleh investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pengawas pasar tidak mungkin mengambil tindakan karena kenaikan harga saham tadi berlangsung dalam koridor pasar. Artinya, tidak ada aturan pasar yang dilanggar. Karena itu investor harus ekstra hati-hati melihat kenaikan harga saham yang tidak didukung oleh fakta material.

Jangan gampang tergiur apalagi ikut menceburkan diri dalam permainan. Sebab, kekuatan ini memang sengaja mengangkat harga dan menciptakan kesan seolah-olah saham itu likuid dengan tujuan diikuti investor lain.

Ketika banyak investor lain yang masuk, mereka dengan satu hentakan langsung mengguyur dengan order jual sehingga harga saham itu kembali turun dan kekuatan tadi sudah meraih untung berlimpah. Begitulah cara kerja mereka.

Jika investor tidak ingin terjebak sebaiknya investor tidak mengejar saham yang harganya sudah naik di luar nalar. Jangan sekali-kali mengejar bandar yang berlari kencang, karena jalan yang dilalui itu penuh jebakan yang sewaktu-waktu akan menjatuhkan siapapun investor yang mengikutinya. (Tim BEI) (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Elpiji 3 Kg Langka dan Diduga Palsu di Sukabumi