"Berapa sih Biaya Sambungan Listrik?"

Rabu, 27 Oktober 2010 11:15 wib | Andina Meryani - Okezone

ilustrasi Foto: Koran SI ilustrasi Foto: Koran SI JAKARTA - Apakah Anda belum memiliki sambungan listrik di rumah? Atau mungkin sedang menunggu antrian? Sebenarnya berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk memasang sambungan listik baru?

"Di sini memang masih terjadi perbedaan pendapat. Di antara unit PLN sendiri masih belum seragam. Banyak unit yang pemikirannya sudah sangat maju. Yakni hanya mengenakan biaya penyambungan yang memang menjadi tanggung jawab PLN," ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan sebagaimana dikutip dari situs resmi PT PLN (Persero) di Jakarta, Rabu (27/10/2010).

Dahlan membenarkan bahwa banyak pelanggan yang mengira biaya pemasangan sambungan listrik baru itu mahal atau berkisar Rp1 juta-Rp2 juta. Padahal angka tersebut jauh dari daftar resmi yang ada di loket-loket PLN dan hal itulah yang sering menimbulkan kesan negatif pada PLN.

"Tapi, memang masih ada yang belum berubah. Yakni menagihkan biaya-biaya yang sebenarnya bukan biaya untuk PLN. Yakni biaya untuk instansi lain seperti konsuil dan instalatir. Ini mungkin karena kebiasaan lama yang sudah mendarah daging. Mereka menjadi gamang ketika harus berubah," ungkapnya.


Di sejumlah unitt seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan sudah memisahkan mana biaya yang untuk PLN dan mana biaya yang bukan untuk PLN. Tapi Dahlan pun mengakui bahwa masih ada saja unit yang menarik semua biaya sehingga konsumen mengira semua tersebut diterima PLN.

Untuk itu Dahlan pun membeberkan bahwa sebenarnya biaya untuk menyambung listrik itu sangat terjangkau. Untuk 450 VA (volt ampere) hanya Rp337 ribu. Untuk 900 VA hanya Rp675 ribu. "Tapi masih ada unit yang menagih ke calon pelanggan dengan nilai jauh lebih besar dari itu. Ini karena biaya untuk instansi lain seperti konsuil dan instalatir dia tagih sekaligus di situ," bebernya.

Sebagai contoh, di Jawa Timur, untuk gerakan ini, PLN hanya menagih biaya yang harus dibayar ke PLN. Biaya untuk instansi lain diserahkan ke pelanggan untuk membayarnya sendiri. Untuk menyalakannya, pelanggan harus menghubungi konsuil dan instalatir sendiri. Pelanggan juga sudah harus mulai tahu bahwa PLN serta konsuil dan instalatir itu instansi yang berbeda.

"Kewajiban PLN adalah mengalirkan listrik ke rumah-rumah pelanggan. Kewajiban konsuil adalah menilai apakah jaringan listrik di rumah pelanggan itu sudah memenuhi syarat atau belum. Jangan sampai nanti, setelah listrik menyala, rumahnya terbakar. Kewajiban instalatir adalah memperbaiki jaringan listrik di rumah pelanggan itu kalau konsuil menyatakan masih harus ada yang diperbaiki. Dua instansi tersebut juga mengenakan biaya kepada pelanggan yang selama ini dijadikan satu di loket PLN," jelasnya.

Melalui gerakan penyambungan satu juta sambungan hari ini adalah sebagai salah usaha untuk mencoba melakukan terobosan semua itu. Dengan adanya gerakan satu juta sambungan hari ini, daftar tunggu itu menjadi lebih pendek. "Transaksi-transaksi gelap mestinya akan hilang," harapnya.

Bahkan Dahlan berjanji jika, dengan gerakan satu juta sambungan ini transaksi-transaksi gelap masih belum hilang sama-sekali, PLN bertekad untuk melakukan gerakan satu juta sambungan lagi bulan April atau Mei tahun depan.

"Transaksi gelap itu telah menjadi nila setitik. Tidak mungkin bisa dilawan satu per satu. Akan melelahkan, memakan energi, dan belum tentu berhasil. Gerakan satu juta sambungan ini adalah "mitraliur" atau kemoterapi yang bisa membasmi transaksi-transaksi gelap itu secara luas dan sekaligus," tandasnya.(adn) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป