Getting time...

Harga Properti Hong Kong Tertinggi Sejak 1997

Kamis, 28 Oktober 2010 07:12 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
HONG KONG - Harga properti mewah di Hong Kong mencapai level tertinggi sejak 1997, sebelum Asia dilanda krisis keuangan. Data yang dirilis pemerintah kemarin menunjukkan bahwa upaya mengerem memanasnya pasar real estate di kota berotonomi khusus itu semakin sulit.

Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) menyatakan, harga ratarata perumahan dengan luas minimal 100 meter persegi di Hong Kong saat ini meningkat 14 persen di atas harga pada saat sebelum krisis 1997.

Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir memang berada di tengah kekhawatiran terjadinya gelembung properti. Hal ini mendorong anggota parlemen untuk meminta kepada pemerintah setempat kembali menerapkan skema subsidi perumahan untuk memperkecil kesenjangan pendapatan penduduk di kota itu.

HKMA menyatakan, harga rata-rata rumah mewah Agustus lalu sebesar 142.249 dolar Hong Kong (USD18.300) per meter persegi. Sebagai perbandingan, sebelum krisis 1997 harga properti Hong Kong menembus angka 122.500 dolar Hong Kong.

“Secara keseluruhan,harga rumah merosot sekitar 60 persen selama krisis Asia, lebih dari satu dekade lalu,” ujar pernyataan pemerintah.

Kendati terjadi penurunan harga perumahan selama krisis, biaya rumah baru di Hong Kong melonjak lebih dari 45 persen sejak dua tahun lalu.Kondisi ini mendorong pemerintah menahan penjualan di tahun lalu hampir setengahnya untuk meningkatkan pasokan.

Terus meningkatnya harga rumah juga memicu minat taipan Hong Kong, Li Ka-shing, untuk membeli dua unit properti di lokasi perumahan premium dengan harga sekitar 7,61 miliar dolar Hong Kong Agustus lalu. Analis properti Hong Kong Xavier Wong memperingatkan,pasar properti di kota itu mungkin sudah berada dalam ”tahap awal” dari sebuah tahapan gelembung pasar properti.

”Harga properti mewah akan terus meningkat sekitar 12 persen pada tahun berikutnya,”ujar Wong yang juga direktur dan kepala penelitian pada konsultan properti Knight Frank.

Pada awal bulan ini, Kepala Eksekutif Hong Kong Donald Tsang menyatakan rencananya untuk mengeluarkan kebijakan untuk mendinginkan pasar properti, termasuk mengurangi akses pembelian properti bagi orang-orang kaya.

Langkah tersebut diharapkan memengaruhi investor kaya China daratan yang setengahnya menguasai penjualan rumah mewah di Hong Kong. Hal ini juga yang menjadi pemicu munculnya spekulan sehingga harga naik tajam.

”Dalam beberapa tahun terakhir, Hong Kong telah kedatangan pembeli rumah mewah dari China daratan,” kata Buggle Lau, kepala analis pada perusahaan broker properti Midland Holdings.

Kondisi tersebut,kata dia,telah menciptakan situasi di mana permintaan rumah mewah melebihi pasokan. Sementara itu, anggota parlemen pro-pemerintah Raymond Ho meminta pemerintah kembali memberikan subsidi perumahan bagi warga kota.

Menurutnya, jika tidak ada subsidi,warga kelas menengah dan bawah akan lebih sulit membeli apartemen di tengah harga properti yang terus meningkat. Sedangkan anggota parlemen dari kalangan oposisi Frederick Fung menyatakan, terjadinya gelembung pasar properti menguntungkan pengembang swasta. Hal ini akan membuat para pengembang enggan membantu menstabilkan pasar.

Terus meningkatnya harga rumah di Hong Kong ternyata dikeluhkan oleh warga kota.Salah satunya diakui seorang pianis kenamaan asal Hong Kong, Lang Lang. Dia mengaku sudah memiliki beberapa rumah di New York dan Beijing namun tetap ingin memiliki properti di Hong Kong.

“Saya masih mencari rumah impian saya di Hong Kong.Sayangnya di sini lebih mahal dari New York,”katanya. Berdasarkan data dari situs Global Property Guide,Hong Kong berada di urutan teratas melampaui New York, Paris, dan Tokyo sebagai salah satu kota yang harga propertinya paling mahal di dunia. (Yanto Kusdiantono/Koran SI/wdi)
TWITTER »
twit